Sunday, March 26, 2006

Where is The Letter?



Untuk kawan-kawan yang mempertanyakan nasib dari surat Gubernur Bali, yang berisi penolakan resmi pemprov Bali terhadap RUU APP, Jiwamerdeka hari ini telah menerima konfirmasi sahih bahwa surat itu sedang dalam perjalanan ke Jakarta.

For those who are questioning the fate of the Bali Governor’s letter, which details his administration’s official rejection letter toward the Anti Pornography Bill, Jiwamerdeka today has received a valid confirmation that the letter was on its way to Jakarta.

Plh. Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali, I Gusti Agung Putu Mayun, menyatakan bahwa Gubernur Bali Dewa Made Beratha sendiri yang telah menyerahkan surat itu kepadanya pada Kamis sore lalu.

The acting head of Bali Governor’s public relations and protocol division, I Gusti Agung Putu Mayun said that the Bali Governor Dewa Made Beratha had personally handed him the letter on Thursday afternoon.

“Saya kemudian meminta salah satu staff saya untuk mengantarkan surat itu kepada Wakil Sekjen DPR RI,” katanya.

“I then asked one of my aides to deliver the letter to the deputy secretary general of the House of Representatives,” he said on Sunday.

Staff muda itu, I Dewa Putu Gandhita Rai Anom, memperlakukan tugas itu dengan sangat serius sampai-sampai ia tak mampu tidur pada malam itu.

The young aide, I Dewa Putu Gandhita Rai Anom took the task so seriously that he could not sleep on that night.

“Saya khawatir bahwa saya akan menghilangkan surat itu, atau suratnya terselip di mana. Jadinya saya begadang semalaman pada hari itu. Ini kan surat yang penting, sangat penting. Surat ini menegaskan aspirasi dari seluruh masyarakat Bali,” tegasnya.


“I worried that the I might loss or misplace the letter that I spent a sleepless night on that Thursday. It is an important letter, a very important letter. It conveys the aspiration of the whole Balinese people,” he said.

Pada Kamis siang, Rai Anom berangkat ke hotel Bali Intercontinental di Jimbaran dan menyerahkan surat itu kepada Wakil Sekjen DPR RI, I Gusti Ayu Darsini, yang sedang menghadiri konfrensi AIPO (Organisasi Antar Parlemen Asean) di tempat itu.

On Friday afternoon, Rai Anom went to Jimbaran’s Bali Intercontinental and presented the letter to the deputy secretary general of the House of Representatives, I Gusti Ayu Darsini, who was attending the AIPO (Asean Inter-Parliamentary Organization) conference there.


Darsini membenarkan keterangan Rai Anom dan menyatakan bahwa hingga Minggu petang surat itu masih ada di tangannya. Ia juga menyatakan bahwa ia akan berangkat ke Jakarta pada petang itu.

She confirmed Rai Anom’s account and stated on Sunday evening that the letter was still in her custody. Darsini also disclosed that she was just about to leave Bali for Jakarta.

“Ketua DPR RI, Agung Laksono, masih berada di Singapura dan baru akan kembali ke Indonesia pada 30 Maret. Jadi saya akan menyerahkan surat ini kepadanya pada awal April,” paparnya.

“The Speaker of the House, Agung Laksono, is still in Singapore and will not be back until March 30. So, I will present the letter to him early on April,” she said.

“Saya tidak memiliki kewenangan untuk membuka surat ini karena surat ini disegel dan ditandai sebagai komunikasi yang bersifat rahasia antara Gubernur Bali dengan Ketua DPR RI,” tambahnya.

“I don’t have any authority to open the letter because it is sealed and marked as a confidential correspondence between the Bali Governor and the Speaker of the House,” she added.

PS; the picture on the top of this page is of the official receipt signed by I Gusti Ayu Darsini after she received the Bali Governor’s letter from I Dewa Putu Gandhita Rai Anom.

61 Comments:

At 12:57 AM, Anonymous tista said...

dukungan buat bapak gubernur bali. pantang mundur tetap suarakan suara rakyat karena bapak di pilih oleh rakyat bali.
dan mana surat penolakan dari DPRD bali.

 
At 3:26 AM, Blogger bagusbali said...

Saya yakin se yaki-yakinya.....Tuhan akan melindungi Gubernur Bali.

Tetap semangat pak....masyarakat bali di belakang anda.

 
At 5:40 PM, Anonymous Anonymous said...

PENOLAK RUU APP = MEMBIARKAN PORNOGRAFI BERTEBARAN

 
At 9:37 PM, Anonymous Anonymous said...

buat anonymous dibawah bagus bali..
PENERIMA RUU APP = TERORIS...
LIAT AJA PENAMPILAN SEMUA YANG DEMO MENDUKUNG RUU APP = PENAMPILAN TERORIS YANG MELEDAKKAN BOM DI MANA MANA..

 
At 9:49 PM, Anonymous Arya said...

buat anonymous dibawah bagus bali..
PENDUKUNG RUU APP = KURANG KERJAAN !
Kerjalah, usahalah, majukan ekonomi diri sendiri = Indonesia maju.
Lihat negara2 tetangga makin maju..Indonesia ?? Makin goblok seperti orang2 DPR.
Jangan contoh ARAB ! Ini INDONESIA bung ! Buka mata, buka telinga = buka nurani.
Sekarang abad 21 ! BUKAN ABAD ke 7 !!!
Salam...

 
At 5:19 AM, Anonymous dewi said...

Ada satu hal yang tidak dipahami oleh temen-temen yang menolak RUU APP ketika mereka mengatakan bahwa RUU APP merupakan upaya untuk memasukkan syari'ah Islam kedalam peraturan hukum positif di Indonesia. Silahkan temen-temen kaji lebih dalam tentang aturan-aturan yang ada dalam Islam mengenai batas-batas aurat. Adalah sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan yang ada di RUU APP. Temen-temen bisa baca di dalam kitab sucinya (alquran).

 
At 11:23 PM, Anonymous Anonymous said...

"Mereka" tuh udah mikirin sebelumnya kalo syari'ah Islam langsung diterapkan, bakalan susyah... dan akan ada tantangan besar.

Namanya juga usaha perlahan-lahan dan terselubung... Dah tercium banget arah baunya kok...

 
At 3:42 PM, Anonymous Cokorda Raka Angga Jananuraga said...

buat dewi 5:19 AM (dan yang lain juga), tolong baca site fraksi PKS di DPR: http://fpks-dpr-ri.com/new/?op=isi&id=1232

Disini aku kutip paragraf terakhir:

"Disinggung soal komitmen FPKS terhadap syariat Islam, Hilman berujar, dirinya pernah diwawancarai dalam sebuah acara yang diadakan sebuah media elktronik. Katanya,"Mereka bertanya apakah RUU ini pintu masuk untuk menerapkan syariat Islam. Saya jawab apa salahnya dengan syariat Islam, saya sangat bangga dengan itu. Bahkan UU Nomor 10/2004 mengatakan agama boleh dijadikan dasar pemikiran sebuah produk perundang-undangan."

Nah, sekarang bandingkan dengan pernyataan dewi tadi, dan simpulkan sendiri.

 
At 6:09 PM, Anonymous Anonymous said...

Kalau sudah begini, berarti pengesahan RUU APP menjadi UU tinggal ketok palu saja. Artinya Bali sudah harus mulai meikirkan langkah-langkah lain, selain upaya untuk menghentikan pengesahan RUU itu. Para pemikir dan para Pahlawan Bali yang gagah berani harus mulai mempertimbangkan gagasan-gagasan yang pernah dicetuskan oleh para pejuang, salah satunya "puputan" atau berjuang habis-habisan di jalan Dharma. Atau akankah Bali harus tunduk dengan penerapan syariat secara terselubung ini?

 
At 12:42 PM, Blogger Telewizja przez internet said...

Best links to seks, seks video, seks filmy, seks free

seks video
seks free
seks filmy
seks
seks
Telewizja internetowa
Telewizja przez internet

 
At 10:21 PM, Anonymous charisma said...

Agama bukan dasar pembentukan negara ini!!!!!! Hentikan politisasi agama!!! jangan paksakan ajaran agama untuk diterima oleh orang lain... Agama adalah tanggungjawab kita terhadap Tuhan. Ini bersumber dari keyakinan kita masing-masing.
Jadi kalau ada tokoh politik yg mengatakan bahwa sah2 saja hukum agama utk dijadikan hukum di Indonesia itu NOL BESAR & KELIRU... Indonesia (sekali lagi) BUKAN NEGARA AGAMA
Tahukah dia bahwa keyakinan orang itu berbeda-beda...???
Saya percaya bahwa semua agama mempunyai nilai-nilai luhur masing-masing... jadi jgn merasa bahwa ada satu agama yang lebih baik dan lebih luhur dari yang lain....
Mengenai adanya usaha utk menerapkan hukum agama dalam negara kiranya kurang bijaksana...
Yang terjadi adalah perpecahan... saat masing2 kelompok berusaha utk menguasai dan mendominasi kelompok lain...
Masalah pornografi&pornoaksi kita semua menolak keberadaannya!!!!
Tetapi haruskah dibuat UU Anti-Pornografi&Pornoaksi yang telah secara nyata mendiskreditkan kaum wanita sebagai sumber dari nafsu seks pria???!!!!! Bukankah kita sudah punya undang-undang yang telah mengaturnya?!!!
Fenomena seks bebas di kalangan remaja saat ini bukanlah karena tidak adanya UU Anti-Pornografi&Pornoaksi tetapi karena kurangnya penegakan hukum!!!!
Jangan pertaruhkan kesatuan kita hanya untuk RUU yang kontroversial ini!!!

Adanya kabar bahwa akan ada kelompok yg akan menyerang Bali karena masyarakatnya menolak RUU APP menunjukkan sikap yang emosional, anarkis, tidak dewasa, irasional, dan menunjukkan tanda-tanda sesat pikir karena nilai-nilai kemanusiaan yang ada sejak dia dilahirkan telah terkikis oleh hasutan-hasutan dan penanaman kebencian terhadap orang lain...

Akhir kata, selamat berjuang pembela Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika!!!!!
Masyarakat Bali, kalian tidak sendirian...
Saya orang Jogjakarta yg meskipun memiliki perbedaan kebudayaan dan agama dengan Anda disana,
tetap mendukung perjuangan Bali!!!
Bahkan penolakan RUU APP ini juga terjadi di Yogyakarta yg dilakukan oleh berbagai macam elemen masyarakat.....
Salam Damai Negeriku!!!!!!!!!! Bersihlah Negeriku dari Ideologi-ideologi sempit yang mementingkan golongan saja!!!!

 
At 10:24 PM, Anonymous charisma said...

Agama bukan dasar pembentukan negara ini!!!!!! Hentikan politisasi agama!!! jangan paksakan ajaran agama untuk diterima oleh orang lain... Agama adalah tanggungjawab kita terhadap Tuhan. Ini bersumber dari keyakinan kita masing-masing.
Jadi kalau ada tokoh politik yg mengatakan bahwa sah2 saja hukum agama utk dijadikan hukum di Indonesia itu NOL BESAR & KELIRU... Indonesia (sekali lagi) BUKAN NEGARA AGAMA
Tahukah dia bahwa keyakinan orang itu berbeda-beda...???
Saya percaya bahwa semua agama mempunyai nilai-nilai luhur masing-masing... jadi jgn merasa bahwa ada satu agama yang lebih baik dan lebih luhur dari yang lain....
Mengenai adanya usaha utk menerapkan hukum agama dalam negara kiranya kurang bijaksana...
Yang terjadi adalah perpecahan... saat masing2 kelompok berusaha utk menguasai dan mendominasi kelompok lain...
Masalah pornografi&pornoaksi kita semua menolak keberadaannya!!!!
Tetapi haruskah dibuat UU Anti-Pornografi&Pornoaksi yang telah secara nyata mendiskreditkan kaum wanita sebagai sumber dari nafsu seks pria???!!!!! Bukankah kita sudah punya undang-undang yang telah mengaturnya?!!!
Fenomena seks bebas di kalangan remaja saat ini bukanlah karena tidak adanya UU Anti-Pornografi&Pornoaksi tetapi karena kurangnya penegakan hukum dan kurangnya kepedulian masyarakat luas terhadap perkembangan remaja!!!!
Jangan pertaruhkan kesatuan kita hanya untuk RUU yang kontroversial ini!!!

Adanya kabar bahwa akan ada kelompok yg akan menyerang Bali karena masyarakatnya menolak RUU APP menunjukkan sikap yang emosional, anarkis, tidak dewasa, irasional, dan menunjukkan tanda-tanda sesat pikir karena nilai-nilai kemanusiaan yang ada sejak dia dilahirkan telah terkikis oleh hasutan-hasutan dan penanaman kebencian terhadap orang lain...

Akhir kata, selamat berjuang pembela Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika!!!!!
Masyarakat Bali, kalian tidak sendirian...
Saya orang Jogjakarta yg meskipun memiliki perbedaan kebudayaan dan agama dengan Anda disana,
tetap mendukung perjuangan Bali!!!
Bahkan penolakan RUU APP ini juga terjadi di Yogyakarta yg dilakukan oleh berbagai macam elemen masyarakat.....
Salam Damai Negeriku!!!!!!!!!! Bersihlah Negeriku dari Ideologi-ideologi sempit yang mementingkan golongan saja!!!!

 
At 11:07 PM, Blogger bagusbali said...

Wahai kamu orang-orang yang merasa selalu benar.....Kalau kamu yakin bahwa jilbab atau yang lainya mampu meniadakan kemaksiata.....kami juga di bali yakin bahwa dengan kami begini apa adanya mampu menangkal pengaruh buruk dari lingkungan.
Kita sama-sama punya keyakinan sebaiknyalah kita menjalaninya masing-masing tanpa memaksa satu sama lain.
Wahai Roma....Lihatlah dirimu bercerminlah dulu sebelum kau mengucapkan kata-kata suci...
Wahai Fausan si mulut besar...lihatlah betapa bodohnya dirimu, kau menebar kekerasan atas nama agama. Apakah kau tidak tahu kalau kau telah mengkianati agamu sendiri.
Wahai Ineke sok suci....kamu tau dulu engkaulah yang menjerumuskan bangsa ini melalui film-film maksiatmu. Sekarang kau tutupi dirimu dengan jilbab untuk menutupi kebusukanmu.

Saya bertanya kepada orang-orang yang pro UPP....apakah orang-orang yang kayak begini yang kamu elu-elukan, yang kamu percaya omongannya padahal engkau sudah tau latar belakang mereka tidak lebih dari seekor kutu busuk pembawa kemunafikan. Ternyata anda sungguh bodoh menjadi manusia. Berpikirlah seribu kali untuk mengucapakan kata bahwa "Saya Adalah Benar" jangan sampai menyesal kemudian.......shiiiitttt....

 
At 8:37 AM, Anonymous Anonymous said...

Saudaraku,...kenapa menolak RUU APP kok dihubungkan dengan agama ?

Kalimat yang mana dari RUU APP yang bermotif agama tertentu ?

Membenturkan bineka tunggal ika,...ada apa dengan RUU APP ?

Isi RUU APP cukup melindungi semua agama kok,....mananya yang menyudutkan agama tertentu ?

Kemudian yang lebih lucu (karena udah panik kali), " demi kebinekaan dan NKRI" kami menolak RUU APP ?,..lho....kenapa demikian ? disusupi apa anda ini?

Hati-hati....kelompok separatisme udah menyusup dibalik penolakan RUU APP.

Kalo di Bali,...yang logis hanyalah karena alasan pariwisata ...saya cukup menerima alasan itu,..tapi kalao urusan agama, budaya...ah...itu hanya orang-orang yang kehabisan alasan untuk mengacau nkri. Mereka justru berkedok, demi NKRI, demi Pancasila,...padahal mereka bagian dari kelompok yang sudah disuap untuk memecah bangsa. Contoh Adnan Krisna,..yang mengaku dukun spiritual

Awas,...
Anda kok tidak berfikir logis sih,..

Nyata-nyata ketua KNPI Bali mengancam Bali akan pisah dengan NKRI, jika RUU APP di sahkan...ia kan..?

Ini bukti bahwa otak-otak mereka telah tersusupi virus separatisme.

Anehnya,...tidak satupun elit Bali yang kemudian mengkounternya.

Eh....kalau Bali mau pisah dengan NKRI,...apa ya mampu ?

Solusi,...
Bukankah kita sudah menunjuk wakil-wakil rakyat via pemilu ?,...ikuti saja, walau ada kelemahannya,...toh juga pilihan anda sendiri

 
At 8:43 AM, Anonymous Anonymous said...

Wahai orang-orang yang tumpul nurani....

Tidak satupun agama yang membenarkan hal-hal yang porno. Masak agama pro porno ?

Tetapi jika ternyata ada,...ya nggak apa,..kita wajib menghormati agama tersebut.

 
At 9:02 AM, Anonymous Anonymous said...

Untuk Cokorda Raka Angga Jananuraga.

RUU APP bukan Hilman Rosyad yang membuat dan mendesign. Jika kemudian RUU APP lebih sesuai dengan syariat Islam, ...ya tidak masalah. Tetapi,..motif me
buat bukan atas dasar syariat Islam,....dan itu apa buktinya.

Tidak syaraiat Islam,...di Kristen, Budha,..bahkan semua agama saya yakin tidak ada yang setuju dengan model-model media yang berbahu porno....Hayo agama mana yang pro porno ?

Jika agama-agama semua anti porno,...ini pun juga bukan berarti RUU APP dibuat atas nama agama.

Gini aja,...bawa video porno, dan majalah porno, atau cerita panas di website tertentu,..kemudian dtang ke Ulama, Pendeta, dan Ahli agama lain,...siapa yang kemudian menyalahkan dan membenarkan...?

Saya jamin semua akan setuju untuk melarangnya. Nah....sekali lagi alasan apa lagi untuk menuduh agama tertentu telah memasukkan misinya dalam RUU APP ?...

Sebaliknya,....PERDA DI BALI...BUKANKAH TERANG_TERANG MENJADIKAN AGAMA SEBAGAI DASAR PEMBANGUNAN DI BALI ?,...kemudian adakah agama minoritas di Bali protes ?

 
At 5:40 PM, Blogger bagusbali said...

Untuk Anonymouse diatas....tolong telaah lebih lanjut isi RUU UPP, apakah anda tidak melihat berita banyak pakar yang telah mengkaji persoalan ini yang kesimpulanya sangat deskriminatif terutama terhadap perempuan. Jelas kalau ulama disodiri sesuatu yang sensual otomatis dia bilang ini haram....Tapi apakah di indonesia ini penduduknya semua ulama ....??? Jangan anda memaksakan hal ini atas dasar moral...Saya balik tanya siapa di indonesia ini yang ngak punya moral...??? Saya rasa semua orang punya moral untuk melindungi dirinya dari pengaruh negatif lingkungan.
Apakah urusan celana dalam harus diatur juga oleh negara....???? Apakah anda yakin dengan berpakaian tertutup akan mampu membrantas kriminalitas.....Saudara "open your mind"...kita hidup di abad 21 yang menjadi penyebab segala kemaksiatan adalah ekonomi....moral orang biar kita balikan kekeluarga masing-masing untuk mendidik.
Fakta :
Di arab walaupun semua wanita menutup rapat semua tubuhnya namun tingkat pemerkosaan disana sangat tinggi terutama terhadap TKW. Apa yang salah...?
Di Amerika wanita bebas berpakaian apa saja....tapi tingkat pelecehan sexsual disana tergolong minim...
Apa yang perlu kita perbaiki di negara kita yang majemuk ini...???

 
At 10:29 PM, Anonymous Anonymous said...

Bagusbali..Bagusbali....
Bisa anda tampilkan fakta yang lebih akurat? Data dari mana fakta yang anda tuliskan itu? Tolong tuliskan juga berapa persen dari wanita di Amerika sana yang masih perawan (tentu saja yang belum menikah) dan di usia berapa mereka kehilangan kegadisannya?.
Dan sepertinya itu mulai terjadi juga di Bali! Anda mau bukti? Coba saja anda melakukan survey di kota2 besar Bali yang sudah termakan virus pornografi....

 
At 1:52 AM, Blogger bagusbali said...

Bung Anonymouse.....Anda mungkin orang yang sangat kurang informasi. Baca koran dong......Jangan dihubungkan dengan masalah keperawanan. Itu terbukti pikiran anda sangat jauh di belakang. Hai bung sebelum saya menjawab....apakah anda jamin diri anda masih perjaka....??? Kalau anda bisa menjawab baru komen anda saya tanggapi dan saya kasih datanya.....
Pernyataan anda diatas mencerminkan bahwa anda selalu menuntut sesuatu yang sangat sakral dari suatu wanita dan selalu mempersalahkan si wanita karena ketidak perawanan mereka. Anda saya rasa menomorduakan wanita. Kalau anda dituntut agar tetap perjaka gimana...???
Jadilah seorang laki-laki bung...bukankah kamu sering "Mastur****"...itu bertanada tidak perjaka lagi kan...???
Terus dari mana anda mengetahui gadis bali tidak perawan lagi....Apakah dengan medengar cerita dari teman atau pernah merasakan gadis bali.....Saya yakin anda termasuk orang yang patut dikasihani.....

 
At 7:40 AM, Anonymous Anonymous said...

Bagusbali-kah,atau yang lain...menurutku anda komentatoor kelas preman. Ngomong di Amerika, di Arab dll. Anda memang tidak pernah belajat statistik kali,...coba pakai data survey, bukan opini. Atau sebaiknya diam. Masyarakat kini telah banyak termakan opini, sementara elit tidak mengajar5i berpikir ilmiyah.

Sekali lagi sebaiknya diam, jika landasannya opini, bukan data penelitian...tau?

 
At 4:44 PM, Blogger bagusbali said...

Mas anonymouse......bukankah ngak kebalik tuh...Orang yang komentar tanpa menyebutkan nama = preman. Atau bisa juga dikatakan pengecut.

Bung....saya sudah bilang kalau anda dapat menjawab pertanyaan saya baru saya kasi data statistiknya secara lengkap. Baca dulu baru tanggapi...dasar goblok.

Pertanyaan begini :
Anda menuntut bahwa wanita harus perawan dan mempersalahkan perbuatan mereka kalau mereka tidak perawan. Apakah anda masih perjaka...????

Coba baca buku broo...."ensiklopedia dunia" baru komentar. Pernyataan anda mencerminkan anda dadri golongan bawah, kurang bermutu.....
Orang-orang kayak beginilah yang akan membuat pemerintah pusing. Ditangkap salah....ngak ditangkap banyak bacot......

Kalau lho setuju UPP silahkan terapin di adik lho, ibu lho and saodara2 lho, tapi jangan diterapin di bali.......
Makan tuh kain penutup biar mata lho aja yang nongol kayak tinja en "NINJA"......

 
At 2:42 AM, Anonymous edo wulia said...

RUU APP ini muncul dari orang-orang impoten yang baru bisa terangsang, kalo lawan jenisnya kelihatan gak berdaya. Sehingga mereka-mereka ini merasa harus mengintimidasi siapapun, agar bisa merasa bersemangat. Mereka akan terangsang kalo melihat atau mendengar ada wanita masuk penjara, atau ada wanita yang bingung, ketakutan dan memohon-mohon.

Orang-orang ini tidak mampu menikmati interaksi normal antar manusia, karena memang mereka tidak mampu berinteraksi secara normal. Ini juga ditambah wawasannya sempit atau pendidikan yang salah kaprah. Karena tidak ada pemenuhan kepuasan dalam hidup, mereka merasa harus mengejar harta sebanyak-banyaknya, bagaimanapun caranya. Dengan cara korup sekalipun.

Jadinya orang-orang seperti inilah yang selalu haus dan mengejar kekuasaan, karena hanya dengan cara begitulah mereka bisa menikmati hidupnya. Karena ini juga maka banyak diantaranya berprofesi sebagai orang-orang yang berwenang atau berkuasa di negara ini.

Sebenarnya orang yang punya akal sehat akan berpikir berkali-kali untuk mengambil tanggung jawab di pemerintahan Indonesia dalam situasi saat ini. Inilah yang menjadi lingkaran setan, karena akhirnya banyak yang punya niat baik dan akal sehat justru tidak berani atau tidak merasa mampu untuk menduduki jabatan berwenang. Dan justru yang punya niat jelek akan tanpa ragu-ragu menerkam posisi di pemerintahan.

Pemerintahan adalah otot-otot yang menjalankan sistem kenegaraan dan kemasyarakatan di Indonesia, dan yang punya akal sehat dan niat baik menjadi minoritas di sana. Terlihat jelas sekali para pihak berwenang yang punya niat baik pelan-pelan dibungkam, atau digeser. Sering mereka hanya bisa mengeluh dan hanya bisa jadi penonton para tikus-tikus birokrasi berpesta-pora. Dan situasi ini terjadi di segala bidang.

Investor-investor besar asing yang menanamkan modalnya di Indonesia. Mereka membuka lahan bisnis untuk mengambil keuntungan dari sebuah sistem yang tidak baik. Ini sama seperti kalau saya akan melakukan sebuah perjalanan, tapi memutuskan beli mobil rusak. Tentu dengan pertimbangan karena jauh lebih murah dan keperluan saya hanya untuk sampai di tujuan. Kemudian kalo sampai tujuan, mobil itu masih jalan, ya sukur, tapi kalo ternyata semakin parah, tinggal saya buang sebagai barang rombengan. Belinya juga sudah rombeng dan murah.

RUU APP hanyalah se-upil kecil dari sebuah kotoran yang lebih besar dan busuk di negara ini. Mudah-mudahan perjuangan para penolak RUU APP tidak berhenti sampai pendek waktu saja.

 
At 2:47 AM, Anonymous edo wulia said...

Sementara, penolakan ini juga memicu saling tuding. Beberapa pihak yang tidak setuju dengan RUU APP ini kemudian menyalahkan ekstrimis muslim, atau ada yang menyebutnya kaum wanabi, atau apapun namanya, yang mengacu pada sebuah prasangka gerakan politis untuk membentuk sebuah negara berdasarkan hukum Islam.

Tudingan ini sangat kabur karena diarahkan pada sebuah kelompok yang tidak jelas dan membaur dalam mayoritas masyarakat di Indonesia, negara berpenduduk beragama Islam terbesar di dunia, dan lebih lanjut lagi kepada sebuah mayoritas agama yang tidak jelas karena di dalamnya sendiri juga terdiri dari berbagai aliran tafsir, yang terkadang juga saling berbenturan. Belum lagi yang disebut Islam abangan, kejawen, atau Islam ikut-ikutan karena terintimidasi lingkungan yang fanatik.

Ketidak jelasan ini diperparah lagi oleh institusi agama dalam susunan pemerintahan Indonesia yang seolah menyatakan mampu mewakili situasi agama sebenarnya.

Kemudian terjadi penuduhan balik, yang justru semakin mengaburkan permasalahan sebenarnya. Keluar pernyataan-pernyataan tuduhan bahwa ada kelompok-kelompok yang justru mendukung pornografi dan pornoaksi di Indonesia untuk merusak moral masyarakat. Ditambah lagi komentar-komentar yang tidak serius dan iseng dari masyarakat yang sudah apatis dan tidak mampu untuk peduli.

 
At 4:02 AM, Anonymous Anonymous said...

Kuliah yang mengesankan.......

 
At 6:10 AM, Anonymous Anonymous said...

Sebaiknya kita hentikan tuduhan-tuduhan,....lagian juga tidak berdasar dta yang akurat.

Saatnya Bali menyususn strategi, jika RUU APP. Tentu bukan puputan,..

RUU APP tidak lah terlalu haram di Bali,.Agama aman juga, Adaat aman juga. Cuma Pariwisata saja, yang mungkin banyak benturan.

Memang turis-turis itu yang menjadikan bali makmur. Tapi sayangnya mereka jalan-jalan cuma pakai CD.

Yah,...atau para pecinta telanjang itu diusulkan untuk dilokalisir saja..ya diBali aja, gimana kalo gitu ?

 
At 6:19 AM, Anonymous Anonymous said...

Seks di Media, Sumber Seks Bebas Remaja
Sabtu, 08 April 2006
Ilmuwan North Carolina meneliti remaja berumur 12 sampai 14 tahun. Hasilnya, eksploitasi seks di video klip, majalah, TV dan film ternyata mendorong remaja melakukan aktivitas seks bebas


Hidayatullah.com--Temuan Jane Brown, ilmuwan dari Universitas North Carolina setidaknya bisa menjawab para pembela pornografi tentang berbagai dampak tayangan berbau seks di media massa.

Menurut Brown, eksploitasi seksual dalam video klip, majalah, televisi dan film-film ternyata mendorong para remaja untuk melakukan aktivitas seks secara sembarangan di usia muda. Dengan melihat tampilan atau tayangan seks di media, para remaja itu beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja.

Jane Brown, memimpin proyek penelitian ini, telah menemukan hubungan antara tayangan seks di televisi dengan perilaku seks para remaja.

Sang peneliyi mengambil sampel sebanyak 1,017 remaja berusia 12 sampai 14 tahun dari Negara bagian North Carolina, AS yang disuguhi 264 tema seks dari film, televisi, pertunjukan, musik, dan majalah selama 2 tahun berturut-turut, mereka mendapatkan hasil yang sangat mengejutkan.

Secara umum, kelompok remaja yang paling banyak mendapat dorongan seksual dari media cenderung melakukan seks pada usia 14 hingga 16 tahun 2,2 kali lebih tinggi ketimbang remaja lain yang lebih sedikit melihat eksploitasi seks dari media.

Maka tidak mengherankan kalau tingkat kehamilan di luar nikah di Amerika Serikat sepuluh kali lipat lebih tinggi dibanding negara-negara industri maju lainnya, hingga penyakit menular seksual (PMS) kini menjadi ancaman kesehatan publik disana.

Pada saat yang sama, orang tua juga melakukan kesalahan dengan tidak memberikan pendidikan seks yang memadai di rumah, dan membiarkan anak-anak mereka mendapat pemahaman seks yang salah dari media. Akhirnya jangan heran kalau persepsi yang muncul tentang seks di kalangan remaja adalah sebagai sesuatu yang menyenangkan dan bebas dari resiko (kehamilan atau tertular penyakit kelamin).

Parahnya lagi, menurut hasil penelitian tersebut, para remaja yang terlanjur mendapat informasi seks yang salah dari media cenderung menganggap bahwa teman-teman sebaya mereka juga sudah terbiasa melakukan seks bebas. Mereka akhirnya mengadopsi begitu saja norma-norma sosial "tak nyata" yang sengaja dibuat oleh media.

Hasil penelitian Brown ini dipublikasikan dalam jurnal American Academy of Pediatrics, dan Journal of Adolescent Health. Namun sayangnya, hasil penelitian tersebut belum melihat bagaimana dampak informasi seks di internet pada perilaku seks remaja.

Dengan mendapatkan temuan-temuan lain yang lebih konsisten, mungkin kita tak perlu menunggu lama untuk membuktikan bahwa media memiliki peranan penting dalam pembentukan norma seksual di kalangan remaja. Nah, masih ada yang ragu efek tayangan seks di media? (rtr/livescience.com/cha)

DAN BEGITULAH AKHIRNYA DI BALI PUN KENA DAMPAK< SEHINGGA SISWA SMA KENA VIRUS HIV/AID (BALI POST 11 APRIL 2006), ......5 tahun Lagi Berapa Siswa Bali yang menyusul ?...Kenapa RUU APP di tolak ?

 
At 7:40 AM, Anonymous Anonymous said...

Lho... kalo begitu, yang dibutuhkan adalah Undang-Undang Perlindungan Anak... Sekali lagi, BUKAN RUU APP yang sedang digodok DPR sekarang ini!!!

 
At 5:04 PM, Anonymous Anonymous said...

Yang dibutuhkan orang Indonesia adalah duit.......Ada yang melalui Demo dikasi duit, Nyusun UPP dapet duit, terutama pihak FPI dikasi duit & nasi bungkus langsung teriak....
Jadi inti permasalahanya kalau udah dapet duit aliran darah lancar.....tanpa memperhitungkan nasib orang.

Coba kalian yang bijaksana.....semua yang dilakukan itu atas dasar duit kan ????

Buat anonymouse....lu cuma pinter nge repost, coment lho nol....ziro......tak berdasar.

(made suwung)

 
At 8:56 PM, Anonymous edo wulia said...

Di Amerika, hukum untuk batasan usia sangat penting. Saya memang belum sampai menyelidiki apakah ini dilakukan secara diskriminatif atau jujur, tapi bagaimanapun ini sedikit pengalaman saya sempat tinggal di sana.

Setiap kali saya beli minuman ber-alkohol, walaupun hanya satu kaleng bir saja, juga rokok atau bahan bacaan yang dikategorikan dewasa, saya selalu diminta untuk menunjukan passport untuk membuktikan usia. Tentu saja ini juga disebabkan mereka tidak terlalu akrab dengan wajah asia saya yang bagi mereka selalu kelihatan seperti anak dibawah umur.

Tapi, hukum yang berlaku ini terasa sangat jelas dan saya yakin cukup dipatuhi (tentu saja pelanggaran ada saja). Saya belum pernah melihat anak-anak dibawah umur membeli minuman beralkohol atau di stand majalah dewasa, atau membeli rokok dsb. Dan Hollywood, LA sebagai daerah kriminalitas yang cukup tinggi, saya tetap sangat jarang melihat anak-anak dibawah umur yang merokok, minum alkohol, atau lain-lain yang dilarang dalam batasan usia mereka. Sesekali mungkin pernah tapi karena begitu jarangnya, mungkin juga sebetulnya gak pernah, dan memori saya terkacau dengan waktu saya di Jakarta atau dengan film-film yang pernah saya tonton.

Selain, memang ada larangan minum minuman beralkohol di tempat umum. Tidak boleh ada botol atau kaleng minuman alkohol yang terbuka di tempat umum, atau polisi berhak memberhentikan anda. Anda minum sampai mabuk di dalam bar, kemudian jalan keluar, itu urusan lain. Selama anda tidak mengganggu ketertiban, saya kira tidak masalah.

Saya heran, pemerintah di Indonesia tidak mau belajar dari hukum-hukum yang berlaku di dunia. Apa karena begitu bangganya jadi orang Indonesia, sehingga harus menutup mata dari situasi di luar Indonesia. Atau merasa Indonesia harus selalu khusus? Spesial? Kenapa kita gak bisa merasa sama dengan manusia lain di belahan dunia manapun? Kenapa kita selalu harus negeri terindah, termakmur, terkaya, paling ramah. Paling suci?

Kita selalu merasa terancam dengan penyusupan budaya luar, tapi apa sebetulnya yang kita ketahui mengenai "budaya luar"? Apa yang diketahui rakyat Indonesia mengenai gerakan Nazi di Jerman, Perang Dunia 1, Perang Dunia 2, Revolusi Kebudayaan di Cina? Atau mungkin pertanyaan yang lebih dalam lagi, sejauh mana rakyat Indonesia mengetahui kebudayaannya sendiri? Mengetahui dan tetap belajar? Atau sekedar mengetahui secara fanatik saja?

Saya kira Indonesia sudah menunggak PR (Pekerjaan Rumah) banyak sekali, dan gak pernah sadar-sadar bahwa tidak perduli, saling menyalahkan, itu sama saja dengan membentuk penyakit baru di dunia. Pada saat semua negara tetangga sudah berhasil lepas dari krisis ekonomi, kita masih saja berkutat dengan krisi yang sama, dan terus menimbun hutang luar negeri. Milyaran dolar mengalir untuk korban Tsunami di Aceh, tapi sampai sekarang gak ada perbaikan signifikan di Aceh, bahkan beritanya pun sudah tertutup oleh kasus lain. RUU APP, Poso, dan lainnya.

Apakah Bali berani pisah dengan NKRI? Mungkin pertanyaan baliknya juga, apa memang ada gunanya Bali tetap bergabung dengan NKRI? Sebuah pertanyaan yang sebetulnya mengiris hati semua orang, bahkan rakyat Bali sendiri, karena sebetulnya masyarakat Bali adalah masyarakat yang patuh. Namun tidak bisa dipungkiri, pertanyaan-pertanyaan mulai muncul, baik secara emosional, maupun yang keluar lirih atau didalam hati saja sambil memendam kekhawatiran.

 
At 9:03 PM, Anonymous edo wulia said...

RUU APP = tai kucing. Baunya keras mengganggu dan bikin penyakit. Tapi ada tahyul, kalo bunuh kucing bisa bawa sial. Lucunya, sebagian orang-orang yang percaya tahyul itu kemudian berpikir daripada bunuh kucing lebih baik bunuh manusia.

 
At 10:14 PM, Blogger bagusbali said...

Disaat orang sudah membuat film tentang ruang angkasa.....Indonesia masih berkutat pada film ratapan anak tiri.
Disaat dunia sudah menerapkan sistem globalisasi untuk kemakmuran....Indonesia masih berkutat soal tat cara menutup aurat. Kalau sampai terus begini Indonesia akan selalu terbelakang dan akan tetap berjalan ditempat.

Negara Indonesia diibaratkan otak manusia yang sudah terkena kangker otak. Disaat organ tersebut membutuhkan perawatan lebih...eh malah ngurusin penyakit pilek. Susah.....

Kalau kejadian-kejadian ini terus berlanjut akhirnya Indonesia tinggal "menghitung hari...."....

 
At 2:20 AM, Anonymous Anonymous said...

Saya sedang bergerilya mencari bibit separatisme bli, kedapatan saya hajar sendiri, tidak usah saya laporkan ke polisi. Siapa yang berkomentar bernada ingin pisah dgn NKRI, saya akan kejar, saya udah buat team untuk terjun ke Bali. Hati hati bicara dan komentar. Bali bukan milik orang suku tertentu, tapi milik Indonesia

 
At 7:14 AM, Anonymous Anonymous said...

He he he... jadi ingat iklan rokok...

"BERANI-NYA kalo rame-rame..."

 
At 4:44 PM, Anonymous Anonymous said...

FPI mengamuk.....merusak kantor Playboy.
Nah tuh......ketahuan belangnya....otak-otak kayak gitu yang mensomasi Gubernur Bali. Orang kayak gitu pingin negakin agama....Orang kayak gitu dibilang soleh....Mereka tidak lain adalah sekumpulan kotoran neraka yang kebetulan dapat tempat di Bumi.
Katanya mereka orang yang beragama....agama apa..??? apa itu yang diajarkan agamanya...??? Kelakuanya kayak binatang......

 
At 7:08 PM, Anonymous Anonymous said...

Lihat saja wajah-wajah mereka yang ngamuk itu, bukannya wajah-wajah arab? Katanya negara hukum kok maennya preman-premanan? Dan habib riziq itu kan sarjana hukum, kok kelakuannya tidak lebih baik dari tukang becak yang nggak tamat SD? Kalau orang yang konon ngerti hukum kelakuannya seperti itu - amuk sana, amuk sini - lantas bagaimana yang nggak ngerti hukum? Maen bacok aja kaleeeeee......

 
At 7:10 PM, Anonymous Anonymous said...

"Saya sedang bergerilya mencari bibit separatisme bli, kedapatan saya hajar sendiri, tidak usah saya laporkan ke polisi. Siapa yang berkomentar bernada ingin pisah dgn NKRI, saya akan kejar, saya udah buat team untuk terjun ke Bali. Hati hati bicara dan komentar. Bali bukan milik orang suku tertentu, tapi milik Indonesia"

Pake ngancem segala, coba aja, yang "ngejotang bangke" nanti siapa. Emang gue takut sama kambing berjenggot?

 
At 9:22 PM, Anonymous Anonymous said...

Kayanya para pemangku/pedanda juga pada berjenggot!!!

 
At 10:44 PM, Anonymous Anonymous said...

Makna jenggotnya beda bro....kalau pedande itu betul-betul suci karena pelajaran. Tapi kalau yang yang lain ane ngak tau....yang ane tau Kambingnye FPI yang asal main sruduk semua pake jenggot & sorban putih....putih luarnya tapi dalemnya busuk minta ampun....

 
At 11:30 AM, Anonymous Siti Zulaika said...

Aihhhh...
Ketahuan ya, anonymous #2.20 'nerjunin' pasukan ke Bali... (terjun payung kali...)
Apa lagi yang sudah 'dikirim' ke Bali? Uhm... Mau 'invasi' Bali? Mau 'menertibkan' Bali? Mau 'ngompasin' orang Bali? Mau 'nge-sweeping' orang Bali????
Pertanyaan Siti cuma satu,
saudara anonymous 32.20 tercinta, SIAPA YANG MEMBERI DIRIMU DAN 'KELOMPOK'MU HAK LEGAL UNTUK MELAKUKAN ITU???

*Jangan memakai nama Tuhan atau agama, karena Tuhan kita (Tuhan mu dan juga Tuhanku yang satu) terlalu agung dan bukan si lemah yang perlu dibela-belain oleh manusia kayak kita.

 
At 11:30 PM, Anonymous Anonymous said...

Untuk Siti Zulaika...
Tuhan anda 1 apa 3 atau 3 in 1, hehe.
Anda juga pernah kasih komentar kalo draf RUU APP itu banyak yang salah redaksinya, hebat anda bisa mengetahuinya tapi harap maklum itu baru draf kok. Yang jadi pertanyaan mengapa anda juga tidak melakukan hal yang sama pada kitab suci anda (Injil), coba anda perhatikan di sana ada surat yang langsung dimulai dari ayat 12 ngga dimulai dari 1 dulu padahal setau saya Injil tersebut bukan draf...

 
At 2:08 AM, Anonymous Titi said...

Tuk Anonymous 11:30 PM,

nggak usah khawatir lah... sepertinya tidak ada yang memaksa saudara untuk menjalankan apa yang dikatakan injil kan??? kok repot sih???
Mau Tuhan itu satu, sepuluh atau banyak... namanya juga Maha Kuasa, ya... suka sukanya Dia dong mau jadi apa atau jadi berapa!!!
Asalkan manusia bisa sadar dan tidak mengancam, melukai atau membunuh yang lain.

Itu kalau memang saudara yakin kalau Dia memang "Dahsyat" kan...

Satu lagi... Nggak mungkin banget deh kalau Dia itu perlu dibela.

Sekali lagi... Namanya juga MAHA... MAHA BESAR... MAHA KUASA.

Ya nggak?

 
At 5:37 AM, Anonymous Siti Zulaika said...

Thanks Titi,

Have no more to say to anonymous #11.30

 
At 10:25 PM, Anonymous Anonymous said...

Weeee.... kok pada ngamuk2 ya!!! auh yang seneng malah yang bikin kita pada ngamuk2 hehehehe... biarin aja DPR bikin RUU apa kek namanya biar ampe pusing ntar kalo udah pusing pasti brenti ndiri....!!!!Trus udah deh njangan ribut terus kalo yang mau nerime ya terima, yang nolak ya tolak! bagi daerah yang nolak bikin aja perda apa gitu biar tuh UU nggak berlaku ato minta otonomi khusus dan spesial pake telor hehehehe.... masak Aceh aja ama papua yang bole yang lain juga bole kan!!!! O ya pake bahasa yang sopan dikit dunk!!! kalo ngaku beragama (kalo saya sih berTuhan) bahasanya yang sopan gitcu!!!!
O ya ada dikit tips neh...! kalo laper ya makan, kalo ngantuk ya tidur, kalo ribut ntar jadi upil hehehehe!!!!!!
Damai Indonesia, damai umat manusia, dan damai alam semesta beserta seluruh isinya!

 
At 11:58 PM, Anonymous iliveinbali said...

better love & sex than war!!!
'nuff said

 
At 12:56 AM, Anonymous Anonymous said...

WE LOVE PEACE & WE HITE WAR .BUT WE DON'T LIKE FREE SEX EITHER

 
At 1:16 AM, Anonymous Anonymous said...

brantem-brantem dikit waktu diskusi wajar aja... asal jangan ngebom euy...

 
At 10:20 PM, Anonymous Anonymous said...

Ada yang kena bogem sampe tersungkur dan tidak bisa berkata-kata padahal biasanya dia (Siti Zulaika) ceriwis:)

Gedebuk....

 
At 6:43 AM, Anonymous Titi said...

Lho!!!

Kenapa ya si "Anonymous 10:20 PM" Gedebuk pingsan???

 
At 10:59 PM, Anonymous Anonymous said...

Kayanya bukan pingsan deh Tit tapi jatuh dari salib:) Ngomong-ngomong yang bunuh Yesus eh Tuhan eh Tuhan Yesus itu siapa sich? Orang Yahudi apa orang Islam?
Aneh, Tuhan kok bisa-bisanya dibunuh....

 
At 12:30 PM, Anonymous Titi said...

Wah, kalo Anonymous 10:59 memiliki keinginan besar untuk mengerti tentang Yesus dan iman Kristen, sebaiknya membaca dan mempelajari Alkitab. Lepas dari jawaban apa yang akan anda dapatkan, benar atau tidak benar, itu adalah hak anda untuk memberi penilaian. Dan sebelumnya, cobalah berdoa dengan tulus, meminta agar Tuhan membuka mata hati dan pikiran anda supaya jawaban yang didapatkan bukan berasal dari keinginan pribadi kita tetapi rahmat dari Tuhan. Kalau memang mau mengerti dengan jelas, bukan dengan mencari tahu sepenggal sepenggal, sebaiknya langsung dari sumbernya saja.
Untuk mempelajari kitab suci apa saja, saya rasa, yang paling penting adalah meninggalkan "keangkuhan" dari sifat manusia yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia yang terkadang lebih Maha Tahu. Apalagi jika kita membaca kitab suci agama lain yang secara psikologis kita tahu bahwa isinya bertentangan dengan yang kita yakini. Yang pasti pikiran kita yang akan lebih banyak berbicara, dan apa yang tertulis di dalam kitab tersebut seakan-akan semuanya tidak benar.

Semoga bermanfaat,
Salam.

 
At 6:11 PM, Anonymous Anonymous said...

Iya maunya sich saya baca Injil Barnabas, denger-denger sich Injil tersebut masih murni alias belom di rubah isinya sama oknum2. Tapi saya ngga dapet2 tuh katanya sich udah ngga ada kerena dibakarin. Anda punya ngga Tit?

 
At 7:26 PM, Anonymous Titi said...

Wah, saya nggak punya.

Tapi, sebaiknya kita jangan terlalu terpaku dengan "Katanya".
Kalau mau belajar tentang agama, sebaiknya menggunakan banyak referensi juga. Kalau saya mau mengerti tentang agama Islam misalnya, dan saya hanya mencari Al Qur'an yang ditulis oleh Museilma atau yang dikarang oleh Al-Fadhl bin Rabi'... Waaah... gimana coba???

 
At 8:46 PM, Anonymous Anonymous said...

Justru saya telah baca referensi Injil selain Barnabas, dan di situ saya temukan sebuah surat yang di mulai dengan ayat ke 12 bukan dari 1... Makanya saya ingin mencari referensi yang lain yaitu Injil Barnabas yang sampai sekarang ini belom saya dapatkan...

Pertanyaan buat Tit... Kenapa Yesus kalian anggap Tuhan?

Pertanyaan lagi nich, kalo Yesus memang Tuhan kenapa dia menyembah Tuhan?

 
At 9:37 PM, Anonymous Titi said...

Tuk Anonymous, saya nggak tahu kalau anda itu wanita atau pria, dan saya juga tidak tahu anda itu agamanya apa. Dan saya pikir, anda pun tidak mengetahui apa sebenarnya yang saya yakini. Tapi, itu bukan hal yang penting.

Kalau umat Kristiani menganggap Yesus itu Tuhan, tentunya "mereka" punya alasan. Saya tidak banyak pengetahuan tentang agama Kristen, begitu juga dengan agama lainnya. Tapi saya selalu berkeinginan belajar karna dari semua ajaran yang ada, baik Islam, Kristen, Buddha, Hindu, atau aliran yang lainnya, banyak hal yang menarik untuk diketahui, saya kira. Dan akan lebih menarik kalau kita belajar dengan tidak bertujuan untuk "menyerang" agama tertentu dan pembenaran apa yang kita yakini. Saya tidak mengerti apa yang anda maksud dengan dimulai dengan ayat ke 12...

Pertanyaan anda tentang keTuhanan Yesus, pertanyaan yang sangat menarik. Buktinya banyak orang yang memperdebatkan hal itu, dengan bermacam-macam tujuan. Dari yang benar-benar merasa ingin tahu, ingin belajar sampai kepada yang bertujuan ingin menggoyah keyakinan Kristiani. Berada di mana posisi anda, tentunya anda tahu sendiri dan saya rasa para pembaca blog ini pun bisa merasakannya.

Saya sering menemukan hal semacam ini di setiap diskusi dan merupakan hal yang wajar. Setiap orang pasti ingin mencari kebenaran. Dan mudah-mudahan kebenaran itu adalah yang sejati. Karna kita boleh saya mendapatkan banyak referensi, tapi dari mana dulu kita dapatkan??? Kalau ada yang bilang "si ini palsu atau si itu yang salah"... mesti dicek juga kan SIAPA yang bilang "si ini palsu atau si itu yang salah".

Kalau ada yang lebih memilih yang dianggap palsu, ya wajar aja dong... mau maksa??? Yang pasti nggak bisa, namanya juga hak asasi. Masak kita mesti dipaksa untuk mengikuti yang tidak kita yakini kan?

Contohnya, masalah yang lagi hangat-hangatnya sekarang.
Kalau ada yang percaya Lia Eden jelmaan malaikat, hak mereka dong. Kita bisa saja memusnahkan sesuatu yang nampak, rumah, barang2, dll... tapi yang ada di dalam hati... jutaan orang nggak akan mampu menghancurkannya kan...

 
At 7:35 PM, Anonymous Anonymous said...

Ah ternyata saya salah tempat untuk bertanya, sorry deh Tit...

Kebebasan asasi seseorang juga dibatasi dengan kebebasan asasi orang lain Tit, ada aturan maennya...

 
At 7:26 AM, Anonymous Siti Zulaika said...

Hehehe...
Siti dibilang ceriwis... Hahahaha... Waks... Maaf ya Siti absen karena kerja keluar kota... Maklum, kita kan harus kerja, bukan cuma ngocol menuh-menuhin blog ini... (sorry to admin!)

Wah, Siti ga peduli kalau Tuhan Yesus dihujat, juga... Yang penting dia tetep Tuhan Siti, kalau mau menghujat ya ga apa-apa... Semua perbuatan kan ada konsekuensinya. That's all. Mau di dunia jungkir balik menghujat Tuhan, mau pake injil Barnabas kek, injil apa kek, biarin aja... Coba aja semua cara, silahkan aja sibuk meneropong kuman di seberang lautan -- setahu siti, itu memang kelihatannya kerjaan paling asyik buat kaum manusia sedunia--

Tuhan Yesus ga perlu dibela, pembelaan hanya untuk yang lemah, dan Tuhan Siti tidak lemah. Titik...
Buat Titi chayang, debat kusir ga ada gunanya. Kalau kita debat (atau bikin apapun) kan harus berhasil guna & berdaya guna (supaya ekonomis), dan menurut Siti, debat kusir ama orang yang ga open mind, ya buang waktu aja... UDah jelas mereka ga suka ama agama orang lain, ga bisa dipaksa.. Kalau mereka mau paksa, ya kita jangan mau dipaksa.
Istilahnya Siti: 'menihilkan aksi' (thanks Newton!) jadi ga ada energi sia-sia yang terbuang...
Aihhh,, udah ah, ntar Siti dibilang ceriwis ama fans!!

 
At 9:19 PM, Anonymous Titi said...

Ya... kamu emang ceriwis Siti.
Tapi nggak negatif koq. Malah senang membaca yang kamu tulis.
Memang kayaknya si Annonymous di atas salah tempat untuk bertanya. Ini kan komentar untuk "Tolak RUUAPP", kok malah nanya-nanya injil Barnabas ya???

Apa hub nya ya???!!???

 
At 11:24 PM, Anonymous Anonymous said...

Karena kamu ngga tahu Tit. Si Siti itu menolak RUU APP itu karena salah satunya ada kesalahan redaksi pada drafnya...

 
At 6:54 PM, Anonymous Anonymous said...

Kurang dari 12 jam setelah Madonna menyalibkan dirinya di sebuah salib dari kaca, Catholic League mengekspresikan ketidaksetujuannya dengan aksi tersebut.

Di hadapan ribuan penonton The Forum di Inglewood, Madonna memakai mahkota duri dan bernyanyi dengan posisi bergantungan. Tentu tindakan ini membuat banyak kalangan kecewa.

"Menghujat Kristus, benar-benar tak bisa diterima," ujar Presiden Catholic League Bill Donohue dalam sebuah pernyataan yang dilansir Herald Sun, Senin (22/05)


Ini untuk Siti Zulaika yang katanya yesus ngga perlu dibela....

 
At 1:36 AM, Anonymous cizzy said...

RUUAPP??? penting ya saat ini dibahas???
menurut Gw pembahasan ini cuma alih" Oknum" pemerintah yang ga bertanggung jawab doank,biar bisa nutupin tindak korupsi yang mreka lakuin...(biar ga dibahas getoch)!!! n ajang ini dijadiin batu loncatan oleh oknum" yang pengen memecah belah & menjadikan indonesia sebagai negara syariat!!! so buat temen" semua jangan ampe kemakan ya,, dukug terus PENOLAKAN undang" ini!!! chiayowwwwwwww...

 
At 8:42 PM, Anonymous Anonymous said...

Yup. setuju sekali gua ama kamu cizzy, RUUAPP di buat hanya untuk menutupi semua tindak korupsi yang ada dan ketidak mampuan pemerintah buat menyelesaikan masalah yg sedang Indonesia hadapi, serta memperluas area buat korupsi doang sih menurut pendapat gua.

terus bagi orang yg bisa menjelek2kan orang lain dan terus mencari kejelekan orang lain, please berkaca donk!!!!!! apakah diri sudah benar2 layak buat mengomentari kejelekan orang lain???

Pertanyaan gua, apakah dengan adanya RUUAPP semua tindakan pelecehan, pemerkosaan akan bisa musnah dari muka bumi indonesia???
kalau jawabannya engak bisa, terus buat apa dibuat??? gak ada gunanya itu hanya membuang uang dan membuat kontroversi yg mungkin saja bisa memecahbelah Negara Indonesia kita ini.

so kl sudah begitu, saran buat DPR yg kurang kerjaan itu, jangan hanya bisa makan gaji buta saja. kl emang kurang kerjaan tolong, bersihkan semua sampah yg ada aja, supaya banjir dimana2 bisa ditanggulangin.

 

Post a Comment

<< Home