Sunday, March 19, 2006

T-shirt Tickler



Untuk Uchi, dan aktivis anti RUU APP lainnya, yang untuk beberapa waktu telah "memimpikan" bagaimana wujud kaos "Co-exist", maka kami tampilkan purwarupa pertama dari kaos tersebut. Kaos ini dibuat oleh Made Marlowe sehari sebelum dengar pendapat publik pada 15 Maret lalu di gedung DPRD Bali. Saya memakainya selama pertemuan berlangsung.

For Uchi, and other anti bill activists out there, who for some time have wondered what the "Co-exist" T-shirt would look like, well, this is the first prototype of the thing. It was printed by Made Marlowe one day before the historic public hearing on March 15 at the Bali Legislative Council building in Renon. I wore it during the meeting.

Jun

PS: In the picture the shirt was worn by a model. My upper torso is not that good.

7 Comments:

At 8:30 PM, Anonymous Anonymous said...

Tolong dong, bagi-bagi kaos Co-Existnya untuk warga Bali ;)
Juga Stiker dari Logo Remember Bhinneka Tungal Ika :)
Saran : agar stiker BTI dipasang disetiap kendaraan warga Bali

 
At 11:08 PM, Anonymous Anti RUU APP said...

Boleh juga desainnya. Bisa beli dmn nih kaos nya?

 
At 9:47 PM, Anonymous trisna said...

ada nggak kaos yang khusus buat cewek, maksudnya pas ditubuh, size s, biar seksi gitu.......

 
At 8:28 PM, Anonymous Laura K. S.Sn said...

Jangan hanya dibagikan atau dibeli tanpa tahu arti dari lambangnya. Minta ke designernya untuk memberikan arti dan makna logonya. Agar kalau ada yang salah kaprah kita bisa jelasin gitu.

 
At 6:36 PM, Anonymous Putu Tantra said...

BALI & NUSA TENGGARA


Penderita AIDS Bali Mencapai 496 Orang

Denpasar, 5 Agustus 2004 10:00
Penderita virus Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Bali, secara komulatif sejak tahun 1987 hingga sekarang mencapai 496 orang.

Hal itu berarti dalam kurun waktu enam bulan terjadi penambahan 44 orang penderita HIV/AIDS baru, demikian data yang dihimpun Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Bali, Kamis.

Pada awal Januari penderita HIV/AIDS di Bali tercatat 425 orang, pada akhir Juni 2004 tercatat 496 orang --bertambah 44 orang-- tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Pulau Dewata. Penderita hilangnya kekebalan daya tubuh itu paling banyak terdapat di wilayah kota Denpasar yakni mencapai 261 orang, menyusul Kabupaten Badung 159 orang, Buleleng 40 orang dan Tabanan sepuluh orang.

Sedangkan lima kabupaten lainnya dengan penderita di bawah sepuluh orang Kabupaten Gianyar tujuh orang, Jembrana enam orang, Karangasem tiga orang serta Kabupaten Klungkung dan Bangli masing-masing satu orang.

Wakil Gubernur Bali, IGN Kesuma Kelakan yang juga Ketua KPAD Bali menilai, penularan virus HIV/AIDS tersebut cukup mengkhawatirkan, sehingga perlu upaya dari berbagai pihak untuk melakukan tindakan pencegahan, penyuluhan dan pembinaan agar masyarakat terhindar dari tertularnya virus yang berbahaya itu.

KPAD Bali dengan dukungan masyarakat dan semua pihak melakukan berbagai upaya, agar kehilangan kekebalan daya tubuh itu tidak menyebar semakin meluas, katanya.

Sementara itu, dr Nyoman Mangku Karmaya, pengurus KPAD Bali menambahkan, penyebaran HIV/AIDS sangat cepat, dahsyat dan bersifat meledak. Secara global perkiraan terjangkit HIV/AIDS kini mencapai 42 juta orang.

Infeksi baru setiap tahunnya mencapai lima juta orang dan kematian mencapai 3,1 juta jiwa atau hampir sama dengan jumlah penduduk Bali, ujar Karmaya seraya menambahkan penderita tersebut sebagian besar berdomisili di negara-negara berkembang.

Penderita terbanyak adalah di Afrika 29,4 juta, menyusul Asia Selatan dan Tenggara 6 juta. Sementara di Indonesia yang rawan tertular HIV/AIDS diperkirakan 13-20 juta orang.

Oleh sebab itu, HIV/AIDS merupakan musuh biologis manusia sepanjang abad, karena dapat mengancam kemusnahan umat manusia, ujar Karmaya seraya mengharapkan, semua pihak lebih hati-hati dan waspada terhadap penyebaran yang sangat cepat tersebut.

Selain itu, menghindari perilaku seks berisiko dan penggunaan narkoba dengan jarum suntik, tutur Mangku Karmaya. [Tma, Ant]

 
At 10:11 PM, Anonymous trisna said...

Om Putu Tantra
Itu tentang kondum, terkait dengan didakannya ATM kondom.
tak ada hubungannya dengan RUU APP

 
At 2:11 AM, Anonymous Alex Kambuaya said...

Menurut saya memang harus direvisi RUU APP. Coba lihat link gambar dibawah ini (maaf bukan merendahkan)

http://www.balidiscovery.com/images/news/protes_aksi_pornograpi_lrg.jpg

jadi untuk yang berkaitan dengan budaya setempat dan tidak ada tujuan ke arah pornografi atau pornoaksi (maaf) harus ada aturan khusus.

berita selengkapnya bisa dilihat di link dibawah ini

http://www.balidiscovery.com/messages/message.asp?Id=3060

Terima Kasih

 

Post a Comment

<< Home