Monday, March 13, 2006

It's Official (we are being sued)

It's official! Today, the Jakarta-based militant moslem organization Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) has issued a "Somasi" (legal grievance) to the Governor of Bali and the island's community leaders for their opposition to the Anti Pornography Bill.

In the Somasi, the organization attacked the Balinese's cultural rationales for the rejection as "irrational and did not based on actual facts". On the economic rationale (that the bill will kill the the island's tourism industry), the Somasi stated that tourism "has given birth to various vices, including prostitution and drugs abuse," and that the industry "has enslaved the Balinese".

On the "Bali Independence" issue, voiced by a minuscule element of Balinese people, the Somasi called it as "a form of tyranny by the minority" and "a statement of war against the Republic of Indonesia."

MMI demanded that the Indonesian government and military should take an immediate and "firm action against the disintegrative element."

If the government and the military failed to do so, it threatened that the MMI, along with other moslem organizations, were ready "to finish (the job)."

The Somasi did not elaborate on what exactly did the MMI mean by "to finish (the job)." But, it sounded quite scary, didnt it?

Failure to comply to a Somasi usually ends in a legal battle in the court. Somehow, we have a feeling that the failure to comply to this Somasi will end in a quite different form of battle.

The Somasi was signed by MMI's head of Data and Information Department, Fauzan Al-Anshari. His cell number is 0811-100138.

Well, anybody want to have a little chat with this guy? or send an SMS?

Marlowe and Jun

44 Comments:

At 5:58 AM, Anonymous Anonymous said...

Dont be afraid. Let them come in !

 
At 10:33 AM, Anonymous Anonymous said...

Cuma satu comment ??
Memalukan... gak bisa hidup yak kalo gak dari maksiat ?

Malu laah para dewa kalian...

 
At 10:53 AM, Blogger andersonite said...

Anonymous #2 - sejak kapan jumlah comment di blog jadi parameter memalukan atau tidak?

Bali tidak pernah di-aneksasi oleh RI. Tahun 1945, Bali-lah yang sukarela bergabung dengan RI karena ada ikatan kontrak bahwa RI tidak akan berdasarkan pada Islam (UUD 1945). Jika RI tidak lagi menghormati kontraknya untuk menghargai pluralitas, maka RI tidak berhak melarang-larang Bali untuk keluar dari NKRI.

 
At 11:16 AM, Anonymous Anonymous said...

Bring it on ! Die you MMI !

 
At 11:30 AM, Anonymous Anonymous said...

MMI = Malu-Maluin Indonesia
Dasar Ga Tau Malu ...ga tau diri..

 
At 11:32 AM, Anonymous Anonymous said...

Gw tambahin lagi
MMI = Munafik-Munafik Indonesia
Dasar ga tau malu...perlu gw beliin cermin ??

 
At 4:01 PM, Anonymous Anonymous said...

Setuju.....bali bisa hidup mandiri....jangan tergantung ama pusat.....tim-tim bisa merdeka...kenapa bali tidak...????

 
At 5:16 PM, Anonymous robi said...

hmmm jangan emosi dong teman2, MMI biarlah mereka... saya sering baca detik.com diantara organisasi islam MMI dan FPI yg paling banyak berkomentar entah politis, agama dll..

jadi biarkanlah mereka.. mereka merasa diri mereka penting dan paling peduli dengan bangsa ini.
beda pendapat no problem betul ga ? kepala dingin aja.

kalau mereka somasi ya biarkan saja.. mari hadapi somasinya dengan kepala dingin
bila perlu ajak sekali2 MMI debat. bener ga orang tuh pinter.

 
At 6:26 PM, Blogger Nyoman Winardi said...

Yeah...kita memang harus menghadapi semuanya dengan kepala yang dingin. Kita ajak MMI berdebat supaya kedua belah pihak sama - sama mengerti keadaan yang sebenarnya. Tapi jangan hanya debat kusir yang ga menyelesaikan apa - apa.

UU ini tidak memiliki urgensi dan esensi apa - apa karena sebenarnya degradasi moral yang paling parah yang terjadi adalah degradasi moral para aparat pemerintah yang tidak pernah bisa menghasilkan kebijakan yang mampu mengangkat kehidupan rakyat kecil.

By the way, menurut pendapat saya kalo mau kasi comment tolong diberi nama (jangan make anonymous). Belajarlah bertanggung jawab terhadap pendapat yang anda kemukakan.

 
At 6:27 PM, Anonymous Siti Zulaiha said...

To Robi,
kayaknya belum debat aja udah ketahuan ga pinter deh...
1. Masak nulis nama gubernur aja salah, sejak kapan Bali punya gubernur I MADE DEWABRATA... wakakakak... gedubrak...
2. Udah gitu, perasaan gubernur ga pernah bilang mau memisahkan diri dari NKRI deh, dia harus cek/kasih bukti tertulis dimana dia dapat gosip itu (PS: jangan dari detik.com yg ga valid babar blas).
Terus, apa hubungan patung-patung yang diberi kain penutup ama pornograsi & ancaman disintegrasi, hayooo... Bagi mereka, 'budaya yg berdasarkan fakta sosiologis & filosofis' itu cuman masalah 'kain di badan aja'... segitu doang.
3. Beliau "mendesak pemerintah cq TNI untuk bertindak tegas thd anasir disintegrasi..." Lho?! Yang punya agenda politik menjalankan syariat Islam di negeri ini kan PKS??!!
4. SBY/JK diancam tuh, kalau nggak ngabulin point #3, berarti SBY/JK merestui separatisme, shg pemerintahan mereka subversif, anti NKRI.... wakakak... Apa sih definisi subversif menurut kamus MMI??
Udah deh... aku jadi pingin kirim surat cinta untuk pak Fauzan, pasti deh doi punya janggut yang sexi... :D... wink... tolong ntar dilaporin ke FPI, karena beliau sudah 'mempertontonkan bagian tubuh yang menarik & 'merangsangku'.. jenggotnya itu loh..

 
At 6:32 PM, Anonymous Joniarta said...

Somasi? Siapa takut...

 
At 6:37 PM, Anonymous Aminah said...

To Siti,

Satu lagi,
Saya pikir, jika ketua Data & Informasi MMI saja tidak punya data nama gubernur Bali yang benar, atau mereka tidak tahu bagaimana membuat somasi yang benar...
Terus seperti apa 'kondisi bank data' di sana?? Perlu kita bantuin untuk setup bank data??

 
At 6:49 PM, Anonymous Yulia Sudjatmiko said...

INFO DARI POS KUPANG
ENTTF tolak RUU APP

Kupang, PK

Masyarakat pariwisata asal NTT yang tergabung dalam East Nusa Tenggara Tourism Forum (ENTTF) di Bali menolak Rancangan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP). Sikap penolakan itu tertuang dalam surat bernomor 049/ENTTF/03/2006 tertanggal 10 Maret 2006 yang dikirimkan kepada Ketua Komisi VIII DPR RI.

Ketua ENTTF, Laurens Dama, yang menghubungi Pos Kupang via telepon, Sabtu (11/3) malam, menjelaskan, setelah mencermati perkembangan pemikiran akhir-akhir ini soal Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP), maka masyarakat pariwisata NTT yang tergabung dalam ENTTF di Bali perlu juga menyampaikan pemikiran dan sikapnya. Sikap itu antara lain pertama, menolak dengan tegas pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang APP karena dianggap dapat menghambat perkembangan pariwisata di Bali dan daerah-daerah lainnya di Indonesia termasuk NTT yang saat ini sedang giat-giatnya berjuang memperkenalkan kawasannya sebagai salah satu alternatif tujuan wisata setelah Bali.

Kedua, bahwa DPR RI juga perlu mempertimbangkan keanekaragaman budaya dan adat-istiadat serta nilai-nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat yang ada dari Sabang sampai Merauke. Nilai-nilai itu harus dihormati dan dihargai oleh masyarakat dan budaya lainnya yang ada di republik ini. Karena itu, ENTTF berpendapat bahwa RUU APP ini harus ditolak dan dikembalikan pengaturannya pada daerah dengan sistem adat dan budaya yang dianutnya.

Menurut ENTTF, jelas Dama, urusan moral dalam kaitannya dengan upaya memberlakukan UU APP bukanlah sebuah solusi yang bijak, karena keanekaragaman budaya masyarakat yang ada di republik ini. Urusan moral, katanya, sebaiknya dikembalikan pengaturan dan pengawasannya ke pemeluk agama masing-masing, sementara negara berfungsi untuk mendorong dan memfasilitasi agar para pemeluk agama dapat menjalankan pesan moral yang diajarkan oleh agamanya masing-masing serta menegakkan aturan-aturan yang telah berlaku sebelumnya.

Surat penolakan ini disampaikan juga kepada sejumlah instansi terkait seperti Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur dan Ketua DPRD Propinsi NTT serta gubernur dan Ketua DPRD Propinsi Bali. "Kita pun akan mendukung Propinsi Bali yang telah lebih dahulu melakukan penolakan terhadap RUU APP ini karena akan berdampak pada perkembangan pariwisata di Bali," tegas Laurens.

Forum Ngada juga tolak

Penolakan terhadap RUU APP ini juga disampaikan Forum Pariwisata Ngada (FPN) di Bali. Pernyataan sikap menolak RUU APP ini dikeluarkan setelah FPN melakukan rapat Rabu (8/3) lalu di Denpasar, Bali. Dalam forum itu masyarakat pariwisata Ngada yang terdiri dari para praktisi pariwisata, akademisi, dan pers yang ada di Pulau Dewata memandang perlu mengambil sikap terhadap RUU APP yang sangat merugikan pariwisata di tanah air.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Ketua FPN di Bali, Marianus Sae, dan Sekretarisnya, Andreas Dhena Meda. FPN memandang sangat urgen untuk mengeluarkan sikap sebagai bentuk penolakan terhadap RUU APP yang dinilai sangat diskriminatif itu. Marianus juga mengemukakan alasan mengirimkan pernyataan sikap tersebut ke DPRD dan Pemerintah Ngada, karena FPN adalah mitra Pemerintah Ngada dan mempunyai kepedulian terhadap pariwisata daerah itu khususnya dan NTT pada umumnya, meski SPN sendiri berada di Bali. "Karena saat ini Bali, Batam dan Papua sudah menyatakan menolak. Lalu Ngada dan NTT sendiri kapan," tanya Marianus. (len)

 
At 7:57 PM, Anonymous Anonymous said...

Bali Merdeka...???? Mana Berani Bali merdeka...!!! mungkin gue orang yang pertama seneng banget kalo jadi merdeka beneran, biar indonesia maksiatnya gak banyak, habis bali kan tempatnya maksiat, tempatnya wisata birahi eehhh bahari... sorry men... tempatnya AIDS, HIV dan penyakit-penyakit kelamin lainnya... Tanggapi dengan kapala dingin yah, soalnya gue ngetiknya juga dengan kepala deingin lho gak kepanasan blass...

 
At 8:39 PM, Blogger Nyoman Winardi said...

Ya kamu ngetiknya dengan kepala dingin tapi tidak berani bertanggung jawab. Buktinya kamu make anonymous lagi. Belajar bertanggung jawab donk terhadap pernyataan sendiri walaupun ini semua hanya di dunia maya.

 
At 9:31 PM, Anonymous Arta said...

Buat anonymous diatas Nyoman Winardi. Salah kamu, tempat maksiat bukan di Bali, tetapi di pikiran / otak para MMI, FPI, Laskar2-an atau kamu sendiri mungkin ? Hayo ngaku...

 
At 9:50 PM, Anonymous Anonymous said...

Sudahlah, perdebatan masalah RUU APP ini nggak usah dipertajam dengan hal-hal yang nggak perlu, yang nyatanya akan menjurus ke hal-hal yang sangat sensitif. Mereka yang mendukung RUU ini perlu mengkaji ulang apakah semua pasal dalam RUU sudah sesuai dengan kondisi dan kenyataan bangsa kita. Sebaliknya, bagi mereka yang menolak RUU ini perlu menyampaikan alasan yang logis dan didukung argumentasi yang kuat, bukan dengan alasan yang sumir atau sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Selain itu, janganlah pula memberikan tanggapan yang dapat mendiskreditkan budaya atau kepercayaan tertentu yang dapat menimbulkan kemarahan suatu komunitas. Carilah satu jalan keluar yang baik dan elegan, sehingga tidak menimbulkan bibit-bibit disintegrasi bangsa dengan komentar-komentar yang ngawur. Saya masih percaya bahwa masalah pornografi dan pornoaksi ini adalah masalah bersama yang mesti kita atasi demi terhindarnya generasi bangsa kita dari kehidupan moral yang bobrok. Tetapi, entah jika rekan-rekan yang menolak RUU APP ini berpendapat lain? Kalo sudah begitu mereka yang menolak RUU APP semestinya juga bisa memahami bahwa di luar kelompok mereka ada kelompok-kelompok yang peduli dengan kehidupan moral bangsa yang rusak karena pornografi dan pornoaksi. Dan kesadaran untuk menghargai keanekaragaman budaya adalah penting.

 
At 9:51 PM, Anonymous Agung Arimbawa said...

:) wow..
Iya, dari dulu para laskar 'suci pembela Tuhan' - kayak Tuhan yang segitu agung nya perlu dibela-belain dengan menjahati orang lain - memang suka sekali berpikiran kotor tentang Bali. Buat temen-temen 'nak Bali, biarin aja cicing-cicing itu ngomong, memang kapasitas otak & spiritualnya cuma segitu. Cuma sebatas kostum, material & label aja.
Kita semua di Indonesia tahu, siapa fpi, mmi, dsb itu...
Gak level kalau kita tanggapin dengan cacian juga. Misalnya ada nak buduh teriak-teriak di jalan, apa ya kita tanggapin teriak juga, paling-paling kita tertawain rame-rame...
Semua orang punya karma masing-masing. Memang begitulah tangkih tumben jadi manusia.

 
At 9:56 PM, Anonymous Gusde - Sanur said...

Buat: Gung Arimbawa,

Setuju, kalaupun mereka mengklaim Bali sebagai daerah HIV, AIDS, maksiat, dll, biar saja. Itu sudah dari dulu begitu. Para 'sok alim' itu tidak banyak jumlahnya, seperti penyakit panu.
Yang Widhi tahu siapa yang sesungguhnya Maling-Maling Indonesia.
Taen, nepukin siaran tv, dimana FPI sweeping tempat maksiat, mereka pecahin kaca, eh, ada pipis, dikantongin juga...
Sudahlah, tidak usah ditanggapin...

 
At 10:11 PM, Anonymous made widjaja said...

bukan di bali saja ..
http://www.annaqed.com/editor/letters/letters_to_dr_wafa_3_06.html

 
At 11:19 PM, Blogger Tribuana Tapa Sudana said...

Saya sangat prihatin membaca curahan buah pikir yang tertulis dalam comentar ini. Tujuan kata-kata itu kemana? Dari mana datangnya? Siapa penulisnya? Apa pendidikannya? Dimana hidupnya sehari-hari, dengan siapa, apa tradisinya? Seberapa tulisannya dan ucapannya mengandung kenyataan? Kenyataan dan kebenaran untuk siapa? Untuk satu golongan?
Saya kira sebelum ber bicara, mungkin ada baiknya dimulai dengan Nyepi dihati, tiiiingngngn, dari keheningan hati, dengan pandangan yang luas (bagai melihat dunia dari puncak Himalaya), dengan kebukaan hati untuk memeluk sayang sesama manusia bagai memeluk dirinya yang hidup diatas dunia ini, apapun warnanya, apapun bangsanya dan apapun agamanya, paka mungkin akan melahirkan bentuk dan tenaga yang lain dalam tulisan dan ucapan cipta manusia, manusia beradab berakar dan mekar dari tanah air injakannya dan langit junjungannya.
Tapi kalau emosi mengendarai bicara dan pikir, saya ucapkan selamat jalan, semoga selamat dan damai dihati. Semangat muda, adalah tenaga yang berguna untuk berkarya, tapi harus desiapkan dan dikemudi oleh kepintaran dan kebijaksanaan serta "rasa sayang" yang datangnya dari pencipta alam semesta dan kehidupan.
Selamat bersilat pikir, semoga apa yang kalian pikirkan, ucapkan dan tuliskan serta kerjakan dalam hidup ini berguna untuk dunia kita, yang tidak kecil dimensinya.
nama saya Tapa Sudana, hidup di Perancis sejak 1974 (ke Eropah dengan Dongeng dari Dirahnya Sardono W. Kusumo). Saya baca dari email Ikra Negara dari Amerika tentang RUU APP beberapa hari yang lalu. Jadi maaf, saya terlambat mengikuti berita Indonesia, Tapi kewajiban sebagai Warga Indonesia diluar negeri(pun adanya), menggugah hati untuk berbuat sesuat yang berguna bagi pembangunan kebangsaan dan kedamaian.
Jalan membawa tujuan, kata membuka makna, cara mengandung sorga dann neraka.
Dengarkan lagu kebangsaan kita, yang seharusnya dinyanyikan setiap bangun pagi dan tidur malam: "Tanah airku INDONESIA, NEGERI...." Tolong diteruskan sambil berdiskusi dan bersilat bayu daya-budaya, ha ha haaaa.
Damai dihati, damai didunia.
santhi santhi santhi.
Hormat saya pada semua pembaca:Tapa Sudana.

 
At 11:21 PM, Blogger Agung Yudha said...

buat anonymus di atas agung arimbawa. coba dibedakan antara "menolak RUU Anti Pornografi" dengan "menolak pornografi". Kami yang menolak RUU Anti Pornografi bukan berarti kami pro pornografi. tidak. Saya pribadi setuju harus ada pengaturan yang jelas mengenai pornografi, tetapi tidak dengan RUU Pornografi yang sekarang sedang dibahas di parlemen itu. saat ini ada masalah yang lebih urgen untuk segera diselesaikan pemerintah dan penyelenggara negara lainnya, seperti korupsi, flu burung, busung lapar, kenaikan tarif dasar listrik, kemiskinan, pendidikan murah, etc. Selain itu, KUHP, UU Penyiaran, UU Pers, juga sudah cukup mengatur masalah pornografi, tapi penegakannya yang mlempem. jadi lebih baik mengefektifkan penegakan dari hukum yang ada ketimbang buang2 duit buat anggota parlemen menyusun UU baru yang paling-paling akan sama saja nasibnya dg UU lain: tidak ditegakkan.

 
At 11:30 PM, Blogger bagusbali said...

HHmmmmm....sedemikia burukah bali....sampai-sampai dibilang sumber penyakit.....(coba kalian lihat yang bawa penyakit itu kan dari luar bali, Bom, Prostitusi, Pencopet, Jambret...dll) kalian tahu sendirilah pelakunya siapa....
Bagi temen-temen di blog ini tetap berjuang dengan mengedepankan darma. Jangan sekali-kali menghujat agama...tetapi kalau orangnya terutama yang munafik silahkan....

 
At 12:17 AM, Blogger yudane said...

kalau benar datang sikat saja.
de ngerambang bangken dongkang.

 
At 2:47 AM, Anonymous Harisman said...

Di Indonesia ini tempat yang damai tinggal Bali saja.Kalaupun akhirnya Bali harus pisah tetaplah bernama NKRI Bali.Karena itu hanya sementara.Ketika orang-orang mulai sadar, kembali lagi bernama NKRI dengan ibukota tetap di Bali.Saya bukan orang Bali,tapi menghargai toleransi orang2 Bali. Long live NKRI,Long Live Bali.

Saya selalu berdoa untuk Bali

Harisman

 
At 2:56 AM, Anonymous Anonymous said...

Good place for the good people...but bad people go to hell...and jangan injak bumi bali. Cukup kamu menebar kemunafikan di Jakarta.....jangan di Bali

 
At 3:31 AM, Anonymous zykra said...

Dear.......semuanya
Peace.........
Sebelumnya saya sangat berterimakasih ada perdebatan tentang RUU APP. Ada yang aneh dari turunan RUU APP ini. Yakni Perda di kota tangerang yang mulai diberlakukan di kota tersebut. Pada saat saya tiba di Bandara Cengkareng saat itu saya sedang duduk dan menunggu jemputan. Untuk menghilangkan penat saya berjalan-jalan. Dan anehnya dengan persepsi dan nilai rasa yang sangat tidak adil buat saya seseorang yang mengaku sedang melakukan operasi tindakan sensual di depan umum, tanpa dengan alasan jelas ikut menangkap saya. Padahal secara fisik saya sama sekali tidak melanggar. Mulai dari cara berpakaian rapi hingga menutup aurat, toh bagaimanapun juga saya adalah seorang yang beragama. Sayangnya petugas yang menangkap saya itu tidak memberikan alasan yang tepat dan logis mengapa saya ditangkap. Anehnya yang katanya seorang petugas penjaga moral itu ternyata sama sekali tidak memiliki moral. Bayangkan, saya pun difitnah telah membuat orang tergiur. cukup aneh buat saya, padahal saya secara fisik tidaklah menarik. Apalagi saat berpakaian ketat.
Anda bisa bayangkan jika ini terjadi pada anda atau keluarga anda. Pertanyaan saya pada siapa kita mengadukan perilaku para petugas yang telah melecehkan saya itu. Bagi saya gaya bicara mereka yang kasar dan tendensius memojokan saya sudah termasuk pelecehan, apalagi mereka menyamakan saya dengan perempuan jalanan (bukan saya menyudutkan perempuan jalannan). Tetapi secara logika perilaku para petugas pun jauh dari sikap yang baik.
Lalu RUU yang seperti inikah nantinya yang akan disyahkan. Yakni menyamaratakan perempuan yang notabene tak bersalah?......
Saya pikir, RUU ini terlalu mengada-ngada dan tidak masuk akal. Bagaimana nasib para pedagang pasar yang notabene perempuan yang selalu keluar malam untuk mencari sesuap nasi? apakah kita juga melarang mereka untuk mencari nafkah dengan alasan moral yang tak jelas ini........
Sekali lagi....
saya meminta untuk meninjau ulang segala kebijakan yang sangat memojokkan perempuan, dengan alasan apapun.
Toh...dalam agama manapun berburuk sangka terhadap oranglain (Suudzon) dilarang dan sangat dibenci Tuhan.

Peace.....

 
At 3:42 AM, Anonymous Jeny (Malam) Jono (Pagi) said...

Tuk Om Fauzan (MMI)

Aduh Om Fauzan kamu bikin aku geli-geli basah deh.... Senyummu.....membuat aku terperangkap dalam RUU APP. Mau dong jenggotmu yang tipis.....
Yuk.....sama-sama ke FPI kita minta kawinin.

 
At 4:09 AM, Anonymous ismi said...

Untuk perempuan di tangerang, berontaklah! Tunjukkan harga diri kalian bukan segai warga kelas dua, barang peliharaan yang layak diatur-atur sekenanya.

Ambil moment di hari Kartini 21 April 2006 nanti. Berdemonstrasilah! Tirulah Ibu kita Kartini yang memperjuangkan emansipasi, persamaan hak dan kewajiban antara pria dan wanita.

 
At 4:27 AM, Anonymous al_jeprutdisiac said...

MMI mensomasi bali...bagus banget...MMI diketuai abu bakar basyir yg merestui amrozi dlm pengeboman bali pertama. tidak cukupkah para mujahid, orang yang berjihad di jalan Allah ini, menyakiti rakyat Bali?
MMI juga yang melindungi Abu Sayyaf, teroris no 1 di filipina..menyebarkan berita bohong bahwa Abu Sayyaf disiksa di kantor polisi dan oleh karena itu harus dibebaskan. Interview abu sayyaf di berbagai TV swasta sendiri mengatakan bahwa dia tidak diapa-apakan oleh polisi. Bukti bahwa MMI itu kumpulan orang munafik yang mau meng-Islam-kan indonesia dan menyebarkan berita bohong demi kepentigannya.

Lihat saja, waktu terjadi ledakan bom di pekarangan samping rumah Abu Jibril, salah satu sahabat dekat Basyir dan bersama-sama pernah di penjara di Malaysia karena menghasut rakyat di pengajian-pengajiannya untuk memusuhi kepentingan Barat. Mereka semua menyalahkan polisi dan menuduh polisi dan pemerintah indonesia dipaksa Amerika untuk memojokkan Islam. Mayoritas yang duduk di pemerintahan sendiri adalah orang Islam, secara logika bagaimana mereka tunduk pada Amerika dan mau memojokkan Islam?

Kartun Nabi oleh media Denmark didemo ratusan ribu orang di seluruh dunia, sebagian elemen muslim di Jakarta meminta persatuan gereja dan elemen agama lain untuk ikut mengutuk Denmark, tetapi apa yang telah dilakukan organisasi muslim, kyai, ulama sewaktu terjadi tragedi WTC, bom bali 1, bom bali 2, bom madrid, bom london? mereka sibuk "oh jangan salahkan kami, orang islam tidak mungkin melakukan itu, islam adalah agama damai".
Alih-alih berjiwa lapang untuk mengutuk perbuatan para teroris mereka malah berlomba-lomba cuci tangan dan melempar semua kesalahan ke negara Barat.

Sewaktu kuil Buddha berusia ribuan tahun di Afghanistan dihancurkan pasukan Taliban, apa yang dilakukan para hirarki muslim ini? sama seperti ada gelas yang pecah atau tissue yang dibuang: seperti tidak ada apa-apa.
Organisasi yang memperjuangkan syariah islam untuk diterapkan di Indonesia ini ada banyak, saya adalah orang islam dan tahu soal ini. Hizbut Tahrir yang beranggotakan jutaan orang dan punya banyak cabang di berbagai negara Timur Tengah dan Asia adalah salah satunya, bagi mereka, Indonesia bisa lepas dari berbagai masalah jika syariah diterapkan. Kelompok NII (negara islam indonesia) adalah bentuk yang lebih terselubung dan lebih radikal (pengebom Bali 2 yang dari Tasikmalaya adalah salah satu anggotanya), organisasi ini sangat nyata, di tempat saya kuliah banyak teman dari teman saya yang jadi anggotanya, mereka tidak peduli lagi walaupun kuliahnya terbengkalai.
FPI, MMI, dll adalah yang sudah jelas mendukung peng-islaman Indonesia.

Saya harus sebutkan bahaya laten ini, Islam secara inherent tidak mendukung pluralism, walaupun orang islam akan mengatakan Nabi Muhammad itu demokratis dan masyarakat Madinah adalah cerminan masyarakat madani yang menghormati kepercayaan lain, ini tidak benar. Masyarakat yahudi terakhir diusir oleh Muhammad gara-gara di sebuah pasar 2 orang Yahudi menggoda seorang wanita muslim (kita tdk pernah tau bgm cerita sebenarnya). Yaman, Oman dan semenanjung Arab selatan di-Islamkan dengan tawaran: 1. menjadi Islam atau 2. membayar pajak perlindungan (dan tentu saja hidup terintimidasi dan di-isolasi).

Seluruh Arab di-islamkan, kemudian afrika utara dan timur dan persia. Tidak cukup itu, Eropa pun di-islamkan.
Sejarah islam sendiri penuh dengan darah, Khalifah kedua Umar ibn khatab dibunuh sewaktu sholat isya, lagi-lagi dituduhkan ke orang yahudi yang menyamar menjadi orang islam dan menjadi ma'mum di belakangnya (umar menerima penyerahan Jerussalem tanpa perang...banyak orang Islam yg tdk setuju tanpa meng-islam-kan seluruh yahudi di sana). khalifah ketiga Utsman bin affan juga dibunuh sewaktu membaca Quran (dia yg bertanggung jawab untuk penyusunan Al Quran, tampaknya ada perdebatan soal ini...kalau anda baca terjemahan Quran, apakah itu versi indonesia atau versi inggris, bisa diketahui kacaunya isi tulisan Quran, memang rata-rata it rhymes seperti puisi tetapi secara arti/esensi benar-benar tidak beraturan). khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib juga dibunuh sewaktu sholat shubuh, oleh orang-orang Muawiyyah yg tdk setuju dengan pengangkatannya. selanjutnya Muawyiah ini jadi khalifah ke-5 dan mjd dinasti islam yg berlangsung selama hampir 100 tahun dan dipilih secara demokratis.
Selanjutnya ini jadi cikal bakal permusuhan terbesar dalam sejarah islam sampai sekarang, keturunan nabi (bani Hasyim) vs para pendukung Muawiyyah. Cucu Muhammad, Hussain dibunuh secara brutal di karbela, Iraq.
Kalau pernah dengar Sunni vs Syiah, mereka ini permusuhan tersebut di jaman sekarang. mayoritas islam di indonesia ini beraliran sunni dan mengganggap syiah sudah seperti orang kafir saja. cuma jika sedang membicarakan politik, negara barat, dll, Setan kafir ini berpindah ke NON-MUSLIM.

Intinya, walaupun seluruh isi bumi ini menjadi islam, akan terus terjadi permusuhan, NU vs muhammadiyah akan terus bermusahan, juga islam tradisional vs islam modern. cuma kalo ini dikatakan oleh orang non-muslim, mereka tidak setuju dan mengatakan islam itu satu: bersumber dari quran dan al hadits/sunnah.

tetapi kita melihat sendiri brutalnya islam vs islam ini. spt halnya yg tjd pada ahmadiyah, dll. terutama sekali islam yang radikal (walaupun lebih sedikit persentasenya) akan selalu "memaksa" islam yang moderat utk mengikuti keinginan mereka. ini antara lain menerapkan hukum islam di negara indonesia. mereka akan berargumen islam itu rahmatan lil alamin dan non-muslim akan terlindungi di bawah payung islam, tetapi kita sudah mengetahui dari sejarah. Seluruh jazirah arab di islamkan termasuk afrika bagian utara dan eropa bagian selatan. ini adalah bagian syiar Islam...syiar Islam menjadi bagian dari ibadah orang Islam, oleh karena itu suara adzan dll harus menggunakan pengeras suara, dakwah harus dilakukan di mana-mana, dll. Contoh lain adalah kekhalifan islam terakhir, ottoman turki, sebelum kemal attaturk, jutaan rakyat kristen armenia dibantai oleh khalifah, baik dibunuh maupun dibuat agar mati kelaparan. Kemal attturk sendiri menjadi "figur kafir" dalam image orang islam, karena me-modern-kan turki (wanita boleh tidak berjilbab, adanya musik, dsb) dan menghapus kekhalifahan.

Selain itu juga harus diketahui, dalam islam, musik dan seni adalah haram. musik yang dibolehkan adalah yang memuja Allah, syiar islam, dll. makanya lagu si ganteng sexy Rhoma Irama selalu berisi dakwah..."mengapa eh mengapa...yang enak-enak itu haram...karena eh karena...itu godaan syetan...". dan seni yang diizinkan adalah kaligrafi tulisan (tidak boleh gambar manusia, binatang, terlebih lebih gambar muhammad), oleh karena itu seni islam hanya terdiri dari arsitektur mesjid yang dibanjiri kaligrafi arab...dan jangan salah, di sebuah negara islam, kuil sulaiman di Yerussalem yang suci bagi kaum yahudi ditransformasi menjadi masjidil aqsha dan gereja-gereja di Cordoba spanyol ditransformasi jadi masjid. dan mungkin pula berbagai pura di India.

 
At 5:16 AM, Anonymous Gde Pastrayana said...

hehe.. aneh yakk.. naskleng MMI. parah tidupe idup diindonesia.. banyak aturan tapi jalanin pake korupsi tuh yang bikin RUU.

makin lama kok pejabat RI tuh bukannya pinter tapi jadi bego2 semua.. yg gak korupsi jadi bego.. sedangkan yang korupsi itu pinter2 otaknya..

buat isu seperti di tangerang, berikan lah kebebasan..! udah aja matiin semua lampu di tangerang diatas jam 7 malem biar gak ada yg berkeliaran trus.. kaya dikampung gitu loh waktu listrik belom masuk desa..

buat muslimah di Indonesia jangan lah sok. terima kasih

Gde Pastrayana @ Bali International.

 
At 6:17 AM, Anonymous Gusti R Made Satriani said...

lucunya indonesia :)
MMI seharusnya introspeksi dahulu sebelum mengikuti RUU APP.

Anonymous said...

Cuma satu comment ??
Memalukan... gak bisa hidup yak kalo gak dari maksiat ?
Malu laah para dewa kalian... <- daripada kalian lebih malu2in :)

Anonymous said...

Bali Merdeka...???? Mana Berani Bali merdeka...!!! mungkin gue orang yang pertama seneng banget kalo jadi merdeka beneran, biar indonesia maksiatnya gak banyak, habis bali kan tempatnya maksiat, tempatnya wisata birahi eehhh bahari... sorry men... tempatnya AIDS, HIV dan penyakit-penyakit kelamin lainnya... Tanggapi dengan kapala dingin yah, soalnya gue ngetiknya juga dengan kepala deingin lho gak kepanasan blass... <- Bali akan merdeka dengan sendirinya bukan dari pemaksaan dari kaum provokator seperti kalian, hm maksiat apa yak? nak diluar pulau bali lebih banyak maksiat perasaan heheh.. detail dong mas, gak sekolah yah mas. Banyak AIDS, HIV? jangan2 anda salah satu yang terkena HIV/AIDS?

sudahlah seperti begini gak usah ditanggepin berlarut2.
buat para MMI semestinya bersekolah dulu jangan sekolah ngikutin seperti Dr azahari.
Dan kalau boleh saya berkomentar disini ... Pikiran dan Jasmani muslim hanya tameng sebagai manusia dan tidak lain adalah manusia berpendidikan rendah.
Saya rasa islam yang diindonesia ini sekarang adalah islam yang tidak bertanggung jawab. buktinya? negara sendiri dibom dan ikut berpartisipasi dengan kelompok teroris dari negara luar. berapa jiwa masyarakat bali yang tewas oleh bom kalian?????!! sadar dong sadar! semua dikarenakan muslim yang membrutalkan bali. Kami tidak pernah berbuat apa2 terhadap MMI, kami bertanggung jawab sendiri atas tanah yang kami pijak tidak ada pemaksaan dari pihak luar. RI tidak akan pernah maju dengan konsep yang anarkis dan kampungan, bahan seperti RUU APP akan ditertawai oleh negara maju.. Kaum MMI semakin lama semakin memaksa ke pihak yang non-muslim. Saya juga pernah baca / dengar bahwa seperti sekolah2 swasta katolik, buddha, hindu harus ada tempat ibadah mesjid dalam lingkungan sekolah, Aneh dan sepertinya pola pemikiran seperti demikian adalah pemikiran yang anarkis. Kalau saya boleh berpendapat seharusnya Bapak Soeharto yang harus memerintah negara ini dengan ketegasannya sebagai Tangan besi. Terima kasih

 
At 12:58 PM, Anonymous Anonymous said...

Bali is a wonderful place. The Balinese are truly beautiful people in every way. Bali needs tourism to survive. Please don't allow a few people to harm Bali by stopping the tourists from coming. Everyone would suffer.

 
At 3:12 PM, Blogger lookman R.Basuki said...

MMI = Malu maluin Indonesia
FPI = Fucking Partai Indonesia

 
At 4:32 PM, Blogger melbali said...

Thank you MMI for pulling down your own pants in public by issuing the Somasi.
Bravo!

Now does Aceh still not need MMI's help to rebuild or do you want to leave it to all the foreign donor countries whose tourism dollars pour into Bali and Indonesia?

Once again Bravo MMI!

 
At 8:44 PM, Anonymous Karta Kosasih said...

While other Asian countries are stepping forward towards modernism, if this law passes, Indonesia will be the only country to have taken a step backward. Kita-kita yang musti kuliah buat dapet kerja and boro2 dapet gaji gede, mereka2 masuk pesantren aja udah bisa masuk ke MMI dan FPI dan udah bisa masuk ke politik dengan otak agamanya, gajinya pasti lebih gede gara2 korupsi, damn maaaaan, emosi gua ama RUU ini... kalo misalnya beneran bali keluar dari NKRI, gua yang orang Jakarta, bakalan mau minta kewarganegaraan Bali.. hidup Bali!!!(walaupun ngak pernah ke Bali ampe sekarang.. hehehehe, tapi pengen abis)... ngak sudi gua jadi warga negara suatu nation yang pemikirannya terbelakang banget

 
At 7:39 AM, Anonymous Anonymous said...

fuck u Fausan!!!

 
At 3:31 AM, Anonymous Anonymous said...

punya ga ya si fausan pilem bokep diHPnya?? hmmm

 
At 10:26 PM, Anonymous Anonymous said...

Giliran ngebahas paha dan dada: FPI dan MMI terdepan!!!
Giliran nolong sodaranya yang kena bencana di Aceh: kaum kafir (Amerika) yang terdepan. FPI dan MMI lariiiiii!!!!

Huehehehehehe...

 
At 6:55 AM, Anonymous Anonymous said...

FPI= FRONT PEMBELA IBLIS
MMI= MEMANG MANISIA IBLIS
Tapi FPI & MMI ga salh kok yang salah otaknya end wawasan tentang kehidupannya, maka dari itu menteri pendidikan untuk mendidik orang2 seperti ini, kasihan mereka menanggung dosa dari ketidak becusanmu mengurus negara ini,

 
At 8:38 PM, Anonymous anak betawi said...

Didunia internasional siapa yang lebih terkenal indonesia atau bali ?
siapa yang bantu indonesia selama ini ?
tempat mana yang paling aman ?
Bali Kan
saya bingung dengan pemerintah mengapa membiarkan penegak hukum selain polisi ? megapa tidak memberantas MMI dan FPI ? tidak ada kekuatan ? jangan takut banyak rakyat yang akan membantu

 
At 7:30 AM, Blogger BALI IS MY LIFE said...

Undang-Undang Pornografi dan pornoaksi sudah disahkan yang katanya sudah dibetulkan di beberapa bagiannya.

Setelah Undang Undang itu sah dan diundangkan, coba lihat pedagang VCD yang berasal dari Jawa Timur di Bali semakin berani terbuka menjual kepingan-kepingan VCD porno di lorong-lorong pasar Kereneng, pasar Sanglah, Pasar Kuta dan beberapa pasar desa lainnya di Bali yang tanpa selubung dari pemadangan anak-anak pun. Ini pertanda Apa?

Coba cermati, sebelum ada UU anti pornografi dan anti pornoaksi, tidak ada perdagangan lempeng VCD sevulgar sekarang, tidak ada tarian Can Dolen-Dolen di Sulawesi di kantong Islam. Tapi sekarang Tarian Can dolen-dolen justru dipentas siang hari di depan anak-anak di perkampungan muslim di Sulawesi. Ini fenomena apa? Perlu kita refleksikan lebih mendalam.

Kita perlu mencurigai bahwa pornoaksi dan segalanya, pelacuran dan penyebaran kekacauan moral nampaknya itu telah dibuat secara sistematis oleh MMI dan organisasi sejenisnya yang hendak mendapatkan legitimasi dari sebuah realitas yang sengaja diciptakan, demi golnya sebuah paham pilitik uniformitas. Setelah undang undang pornografi yang tidak mempunyai roh itu dipaksakan dengan penghalusan di sana sini, porno aksi dan pornografi dan segala kebobrokan moral yang sengaja dibuat itu semakin digencarkan supaya keinginan pemaksaan kasar sebagaimana RUU Pornografi dan pornoaksi yang dalam bentuk masivnya harus diterima dengan alasan,realitas moral sosial sudah terlanjur amburadul. Tapi sesungguhnya keamburadulan itu sebenarnya diciptakan secara sengaja dan sitematis. Kita lihat saja nanti ada gerakan apa lagi yang akan dibuat melalui legislatif yang disusupkan oleh roh anti keragaman. Mungkin sebentar lagi segara akan ada lagi Undang Undang MODE NASIONAL yang memaksakan semua harus berpakaian dengan tutup kepala dan hanya mata yang dibiarkan tidak tertutup yang disahkan sebagai busana nasional. Ini semua bukan karena memang bertolak dari hancurnya pilar moral dalam kehidupan sosial, tapi intinya adalah upaya untuk mencapai uniformitas di negeri ini.

 
At 10:59 PM, Anonymous Anonymous said...

Bali.....di anak tirikan oleh Puat, buktinya ; -Bandara internasional ngurah rai di bangun oleh perancis th 1965(sudah jadi diclaim oleh Pusat) -Gedung BTDC tempat meeting Dunia dibangun oleh APBD Bali -GWK tempat konser dibangun oleh APBD Bali -Pelabuhan kapal pesiar dibangun Oleh APBD Bali dan sumbangan dari Negara di Erova dan Amerika - Teroris dibangun oleh ARAB.......(dan FPI anak Buahnya)... ......!!!!!!!

 
At 5:40 AM, Blogger bajawa said...

bener Bali itu tempat maksiat, tapi yang maksiat itu pasti bukan orang bali dan non Muslim, yang maksiat itu pasti orang Muslim maupun orang jawa yang muslim, coba liat di Bali dimana ada Kampung jawa yang muslim pasti ada kumuh dan pelacuran,ini ajaran setan dan sesat, yang diajarkan oleh Muhamad itu katanya Nabi padahal pedang yang mengadopsi ajar Kristus dengan injilnya kedalam ajarannya dengan nama Qur'an, coba kalau orang ajarannya benar pasti membandingkan ajaran agama yang lain, dan orang muslim akalu baca weda maupun injil takut katanya bisa membawanya ke agama lain, inilah dia takut ajaran mana yang benar mana yang tidak benar sebagai manusia pasti pilih yang benar, dan yang benar itu hanya ajaran Weda maupun injil

 

Post a Comment

<< Home