Wednesday, March 01, 2006

Warga New York Tolak RUU APP

New York, 28 Februari 2006

Yth: Panitia Khusus Rancangan Undang Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi
Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta

Bapak dan Ibu Wakil Rakyat yang Kami Hormati

Setelah mempertimbangkan Rancangan Undang Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi, kami yang namanya terdaftar dibawah ini sebagai bagian dari masyarakat Bali yang berada di New York dan sekitarnya menyatakan sikap bulat untuk menolak tegas Rancangan Undang Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi dengan alasan sebagai berikut.

• Kami menilai bahwa RUU ini tidak mengakui dan menghormati adanya keragaman nilai nilai sosial, budaya, dan agama yang ada di Indonesia.
• Kami menilai bahwa RUU ini tidak dapat memberikan definisi dan batasan pornografi dan pornoaksi yang jelas sehingga dapat mengekang kebebasan berkreatifitas dan beraktifitas setiap insan di Indonesia.
• Kami menilai bahwa RUU ini sangat mengekang kebebasan masyarakat Bali dalam mengungkapkan nilai nilai agama dan budaya melalui kesenian.
• Kami menilai bahwa RUU ini sangat mengekang kebebasan pers.
• Kami menilai bahwa RUU ini dirancang dari sudut pandang kaum laki laki sehingga tidak menghargai hak hak wanita dan anak anak.
• Walaupun ada tujuan dari RUU ini untuk mengatasi problema moralitas bangsa, kami menilai bahwa RUU ini tidak efektif dalam mencegah aksi aksi amoral (bom bunuh diri) yang terjadi di Indonesia belakangan ini.
• Kami menilai RUU ini tidak perlu karena perangkat hukum yang sekarang ada sudah dapat mengatasi masalah masalah yang menyangkut kesusilaan. Perihal pornografi dan pornoaksi sudah diatur dalam KUHP.

Sikap kami ini merupakan dukungan penuh atas hasil perumusan Semiloka RUU Antipornografi dan Pornoaksi yang diselenggarakan oleh Yayasan Sandi Murti Indonesia pada tanggal 11 Februari 2006 di Denpasar, Bali.


Daftar Nama Warga:
IGG Adiwijaya
Ni Luh Erna Ambarwati
Gede Antara
Ida Ayu Ari Candrawati
Ni Ketut Ayu Harmini
Eka L. Mastra
Made Ari Mastra
Nonik Mastra
Nina Mastra
Lisa Permata
Nyoman Saptanyana
Wayan Suastika
Made Wiracita Tantra
Melati Widyaningsih

11:55 AM

22 Comments:

At 12:15 AM, Anonymous Anonymous said...

Tidak cuma di Bali, berbagai wilayah di Indonesia juga enganut 'keterbukaan' dalam budaya dankepercayaannya.

Lagipula, ini bukan tentang suku, dan seharusnya aturan semacam ini tidak hanya dirumuskan oleh satu golongan, tapi melibatkan semua golongan, agama, suku.

Dari rancangannya ada kesan sekelompok orang di Jakarta sana ingin men'jilbab'kan seluruh Indonesia.

Rasanya, ini terlalu pribadi untuk diatur dalam undang-undang.

 
At 12:21 AM, Anonymous Anonymous said...

Kalau pendapat saya, sebaiknya nggak usah langsung mengangkatnya sebagai isu Agama apalagi dengan tuduhan ingin menjilbabkan seluruh Indonesia - sepertinya itu bukan kata-kata yang pantas bagi warga Negara (Asli) Indonesia, itu pasti suara investor asing yang sudah titip dananya kepada pengusaha lokal.

Jika memang mayoritas orang Bali (bukan hanya orang Badung dan Gianyar) ada yang merasa kurang pas kaitannya dengan masalah Budaya dan Agama, ya beri saja masukan dalam RUU APP itu, pelajari mana yang kurang pas, mana yang perlu direvisi, mana yang perlu dihilangkan, mana yang bisa dilaksanakan. Nah itu yang namanya TO LE RAN, ada rasa kepedulian terhadap warga Negara yang lainnya, menyadari bahwa sebagian besar warga negara ini sangat membutuhkan RUU APP itu !

Nggak perlu menuduh, mencurigai orang Muslim karena pada faktanya banyak orang Bali yang menggantungkan nasib dan masa depannya ditanah rantau yang mayoritas penduduk aslinya Muslim, toh mereka aman-aman saja, terlindungi, banyak dibantu dan didukung oleh warga setempat. Sejak kapan warga negara Indonesia yang Muslim mengatakan bahwa Budaya dan hasil karya seni orang bali sebagai produk dalam kategori PORNO ? Apa orang Bali (yang beneran orang Bali) nggak sadar bahwa sebenarnya itu ucapan dari pihak-pihak tertentu yang punya kepentingan bisnis di Bali, Budaya, Seni dan Agama orang Bali hanya dijadikan tameng saja oleh mereka ?

itu saja ya beli, kita pikir sama-sama ya kan namanya saudara se-Bangsa se-Tanah Air ?

 
At 8:39 AM, Anonymous Anonymous said...

kenapa indonesia ingin menjilbabkan semua wanitanya sedangkan indonesia bukan negara islam melainkan negara demokrasi. sebaiknya pemerintah mengurus hal2 yang lebih penting daripada mengurus hal ini.

 
At 8:20 PM, Anonymous vany said...

Saya Mahasiswa, bukan orang Bali, tapi setiap tahun jalan2 ke Bali...
Saya salut dengan orang Bali yang tetap mampu mempertahankan budaya mereka walaupun telah mendunia.
Saya juga menolak Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi!!!

Mari sama-sama kita lihat, mereka yg benar2 menginginkan RUUAPP disahkan:

Di Indonesia:
MUI (Majelis Ulama Indonesia), MMI(Majelis Mujahidin Indonesia), FPI(Front Pembela Islam)
Artis: Inneke Koesherawati, Neno Warisman, Rhoma Irama... siapa lagi ya?

Dari luar negri:
ALAMI (Aliansi Lembaga, Aktivis, dan Mahasiswa Indonesia)

Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya
Ikatan Cendekia Muslim Indonesia Orsat London, Inggris
Indonesian Islamic Centre-Inggris
Nahdlatul Ulama cabang istimewa United Kingdom
Indonesian Muslim Youth Association (IMYA), United Kingdom
Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera (PIP PKS) United Kingdom
Persatuan Pelajar Muslim Indonesia (PPMI) Mesir
LSM KHARISMA Women & Education, Jerman
Keluarga Besar Masjid Al Falah Berlin, Jerman
Keluarga Muslim Braunschweig (KMB), Jerman
Keluarga Muslim Hannover (KMH), Jerman
IIC e.V (Indonesische Islamische Center) Hamburg, Jerman
FORKOM (Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia se-Jerman), Jerman
Indonesian Solidarity Foundation (ISF), Jerman
Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) Chapter Europe, Jerman
Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera (PIP PKS)
Republik Federal Jerman
Iqro' Foundation Inc – Sydney, Australia
Keluarga Muslim Indonesia di Australia dan New Zealand (KMI-ANZ), Australia
Persatuan Islam (PERSIS), Australia
Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera (PIP PKS) Australia dan Selandia Baru
Lingkar Studi Indonesia-Amerika, Illinois USA
Pusat Informasi Partai Keadilan Sejahtera di Amerika Utara (PIPKA), Texas USA
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Orsat Belanda
Organisasi tenaga kesehatan Indonesia (OTKIN) Nederland, Belanda
Bina'ur Rijal (BR) Belanda
Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera (PIP PKS) Belanda


Tuh kan?

 
At 10:42 PM, Anonymous Anonymous said...

Kenapa tidak ada yang lain....kok yang mendukung itu-itu aja....jadi sisanya menolak atau abstain.....

 
At 5:58 AM, Anonymous Anonymous said...

kayaknya yang menolak blom selesai didaftar tuh...
kepanjangan...
(Tukang daptarnya masih di pedalaman Papua...)

 
At 7:25 AM, Anonymous Anonymous said...

uu app merupakan suatu bukti bahwa kita,hindu di bali ingin dibunuh secara perlahan.saya sangat mendukung jika rakyat bali ingin mendapatkan kemerdekaannya.ingat !!!!!kita telah ditindas oleh mereka yang mayoritas yang hanya berkedok jenggot dan jilbab dan mengaku sok suci.ayo kita berjuang seluruh "semeton"baliku

 
At 8:50 PM, Anonymous Anonymous said...

Benarkah RUU APP bukan isu agama?
*************************************
DPR: RUU APP untuk Perbaiki Moral, Bukan Demi Agama Tertentu
Laporan: Ella Syafputri

Jakarta-RoL-- Kehadiran Rancangan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) disambut suara-suara pro-kontra dari masyarakat dan juga menimbulkan beragam pandangan curiga.

Ada anggota masyarakat yang menilai RUU APP sebagai upaya negara terlibat lebih jauh ke dalam sektor privat warga negara, mengingat naskah rancangan memuat butir-butir soal pengaturan cara berpakaian.

Namun terdapat pula kalangan masyarakat mendukung kehadiran UU APP demi perbaikan moral dan sendi kehidupan bangsa, yang disebut-sebut sudah demikian buruknya.
Sebagai Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU APP, Yoyoh Yusroh, menegaskan bahwa sejatinya RUU APP dibuat bukan untuk eksistensi agama tertentu atau mendiskriminasikan adat istiadat.

Menurut Yoyoh, RUU APP justru hadir untuk memperkuat moral serta prestasi akademis anak bangsa. Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan wartawan LKBN ANTARA, Ella Syafputri, di Jakarta, Sabtu, perempuan yang memegang amanah sebagai Wakil Ketua Komisi VIII (Agama, Sosial, dan Pemberdayaan Perempuan) dari F-PKS VIII itu menyampaikan pendapat serta pandangannya. Berikut petikannya:

ANTARA (Ant): Ibu Yoyoh, bagaimana perkembangan RUU APP hingga saat ini? Sudah ada revisi?
Yoyoh Yusroh (YY): Belum ada rapat lagi, mungkin kami akan kembali rapat pada pekan depan. Perkembangan terakhir telah dicapai dalam hal perubahan bab, yang tadinya 11 bab, kini tinggal 8 bab. Pansus sendiri terus melakukan rapat-rapat antar-fraksi di parlemen.

Ant: Bagaimana soal dukungan? Sepertinya, RUU APP ini tidak akan melaju secara mulus, mengingat aksi penolakan serta dukungan terus bergulir?
YY: Dukungan terhadap RUU APP ini cukup kuat dan meluas, meluncur terus ke DPR lewat fax, aksi massa, dan lain-lain. Banyak juga dukungan yang tidak terpublikasikan secara nasional. Dukungan itu datang bukan hanya dari kalangan agamawan, namun meluas ke seluruh lapisan masyarakat.

Ant: Menurut ibu, berapa prosentase dukungan dibandingkan dengan penolakan?
YY: Saya perkirakan 70:30 (mendukungan:menolak). Karena kita lihat, meskipun artis seperti Inul menolak, namun Elvi Sukaesih, Camelia Malik, memberikan dukungan. Aktris seperti Dian Sastro menolak, tapi Inneke Koesherawati, Astri Ivo, mendukung. Banyak kalangan akademisi, dosen, dan birokrasi yang juga mendukung RUU ini.

Ant: Apa jangan-jangan memang aksi dukung atau tolak ini hanya dilandasi oleh pemahaman agama? Seperti kita ketahui, banyak kalangan yang mendukung RUU APP adalah mereka yang berhijab, sementara pihak-pihak yang menolak adalah yang tidak berhijab? Dan bagaimana dengan aksi penolakan yang cukup keras dari masyarakat Bali belum lama ini?
YY: Tidak, sekali lagi saya tekankan bahwa RUU APP dibuat bukan demi eksistansi sebuah agama tertentu, atau adat istiadat tertentu. Melainkan upaya untuk memperbaiki moralitas serta prestasi akademik anak bangsa.

Seperti kita ketahui sekarang prestasi akademik anak-anak kita sedang melemah, karena mereka banyak mendapatkan informasi atau tontonan serta tayangan yang tidak pantas.
Untuk penolakan dari masyarakat Bali, saya pribadi dapat memahami Bali menganut ajaran yang tidak mengenal batasan aurat, tapi 'toh kita tidak bisa memuaskan semua pihak dalam pembuatan UU ini.

RUU APP juga akan mencarik komposisi terbaiknya, bahasa terbaik, supaya tidak menjurus ke hal-hal yang buruk. Kami juga yakin bila semua pihak membaca naskah RUU dengan cermat, ada butir pengecualiaan di sana.
Pengecualiaan antara lain demi alasan-alasan kesehatan dan budaya. Sehingga kami berharap aspirasi masyarakat Bali bisa tercakup dengan hal itu.

Ant: Sudah seperti apa perubahan RUU yang telah dicapai Pansus sejauh ini?
YY: Ya, seperti di dalam rapat antar-fraksi, kami telah sepakat untuk "men-drop" atau mengeluarkan butir ciuman bibir di ruang publik. Namun untuk masalah goyang erotis yang bisa menimbulkan nafsu birahi akan tetap dipertahankan, karena bila hak berekspresi dapat mengakibatkan kerusakan masyarakat maka hal itu bisa dikenakan RUU APP ini.

Kita mengakui adanya hak untuk berekspresi, namun ika hal itu bisa merusak masyarakat, tentu hal tersebut harus dilarang. Kami sedang mencarikan bahasa yang tepat untuk menjerat pidana komersialisasi atau industrialisasi aktifitas yang bermuatan erotisme. Untuk masalah pakaian, sejauh ini digunakan untuk jalan-jalan biasa maka itu tidak apa-apa. Tapi kalau pakaian itu digunakan dalam rangka komersialisasi maka pelakunya kelak bisa kena (dijerat dengan UU ini -red).

Ant: Sebenarnya bagaimana bayangan Anda tentang UU APP pada masa mendatang bila telah disahkan sebagai perangkat hukum?
YY: Saya berharap UU ini bisa memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak, karena yang menjadi korban kejahatan seksual atau eksplotasi kebanyakan merupakan pihak perempuan dan anak.

Saya juga berharap kesejahteraan meningkat, karena menurut pengamat banyak uang digunakan untuk hal-hal yang berbau porno padahal sejatinya uang tersebut bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.Selain itu saya berharap kesehatan anak muda kita akan lebih sehat karena mereka belajar dari media, bukan dirusak oleh media, kemudian prestasi akademis pun berhasil meningkat.

Belajar dari negara tetangga, Cina, mereka sudah memiliki peraturan setingkat menteri untuk membatasi dunia Internet. Namun walaupun sudah diatur sedemikian rupa, tetap saja di Cina ada situs porno. Memang saya akui ada bagian-bagian yang terlalu privat diatur di RUU ini, tapi hal itu masih bisa direvisi. Ada yang bisa dipertahankan betul, walau privat tapi jika bisa merusak masyarakat luas tentu harus dilarang.

Dalam naskah awal, RUU APP terdiri atas 11 bab, 90 pasal, dan sebuah rancangan penjelasan. Dalam Bab I, termuat ketentuan umum yang terbagi ke 2 bagian dan 3 Pasal.
Di bagian pertama, pasal 1, ada beragam pengertian - termaktub sekitar 20 butir definisi, mulai dari pornografi, pornoaksi, jenis media massa cetak dan elektronik yang bisa menjadi alat penyebarluasan pornografi-pornoaksi, alat komunikasi media (dari surat, "e-mail", "handphone"), juga barang pornografi (buku, surat kabar, majalah, tabloid, film, video VCD, DVD, atau "Personal Computer").

Pasal itu juga mendefinisikan kategori pekerjaan yang berhubungan dengan pornografi-pornoaksi, dari yang memproduksi, menyebarluaskan, dan yang mengonsumsinya. Termasuk soal definisi dan batasan usia 12 tahun untuk membedakan orang dewasa dengan anak-anak.

Bab II memuat 33 pasal, dalam pasal 4 hingga pasal 33, terdapat berbagai larangan dalam kalimat yang nyaris seluruhnya sama, "Setiap orang dilarang membuat tulisan, suara atau rekaman suara, film atau yang dapat disamakan dengan film, syair lagu, puisi, gambar, foto, dan/atau lukisan yang mengeksploitasi daya tarik bagian tubuh tertentu yang sensual dari orang dewasa." (Pasal 4).

Pasal-pasal lain yang membedakannya dari Pasal 4 tadi hanya terletak pada materi pelarangannya. Materi pelarangan dalam bab itu di antaranya, mengeksploitasi ketelanjangan tubuh orang dewasa, bagian tubuh orang yang menari erotis, aktivitas orang berciuman bibir, masturbasi, hubungan seks berlawanan jenis, sejenis, hubungan seks dengan mayat dan hewan, hingga pesta dan pertunjukan seks.

Pasal 12, yang berhubungan dengan penyebarluasan pornografi-pornoaksi, disebutkan pula soal posisi media-massa (cetak dan elektronik) serta media alat komunikasi, jenis-jenis yang dilarang, di antaranya bagian tubuh orang yang menari erotis.

Pasal itu mengancam pelanggarnya dengan kurungan 2-6 tahun penjara, atau denda Rp300 juta hingga Rp2 miliar rupiah. Tak hanya ancaman dan larangan, sebenarnya RUU juga memuat pengecualian dan perizinan bagi pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan unsur-unsur pornografi.

Pasal 34, Bab III, disebutkan bahwa pengecualian berlaku bagi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pengobatan. Sedangkan pelarangan terhadap pornoaksi, bisa dikecualikan untuk adat istiadat, budaya kesukuan, dan ritus keagamaan serta kepercayaan.Kegiatan olahraga dan seni yang dilaksanakan di tempat peruntukkannya dan mendapat izin dari pemerintah, juga diberikan pengecualian.antara/mim
**************
Patutkah ucapan seorang anggota DPR tidak melihat fakta di lapangan?
Apakah anggota DPR tidak mempunyai data?
Kalau benar tidak membawa isu agama mengapa yang mendukung kebanyakan dari organisasi-organisasi Islam yang jumlah suaranya minoritas?
Belum lagi somasi oleh MMI, isu apa yang diusung kalau bukan isu agama?
massa-alloh...

kim1

ps. Sorry lebih cepat ngepost pake Anon

 
At 9:07 PM, Anonymous Anonymous said...

Apa susahnya bikin organisasi fiktif?

Nih tak buatin (kikikik)

Indonesia :
Sekehe Dedemenan Teruna-teruni Bali Cabang Aceh Besar
Sekehe Dedemenan Teruna-teruni Bali Cabang Lok Semauwe
Sekehe Dedemenan Teruna-teruni Bali Cabang Kota Sabang
Keluarga Bali Cabang Kota Medan
Keluarga Bali Cabang Kota Deli Serdang
Keluarga Teruna-teruni Bali Cabang Kota Padang
Keluarga Teruna-teruni Bali Cabang Kota Palembang
Keluarga Teruna-teruni Bali Cabang Kota PadangMetro Lampung
Keluarga Teruna-teruni Bali Cabang Kota Batam
Keluarga Teruna-teruni Bali Cabang Kota Pematang Siantar
Keluarga Teruna-teruni Bali Cabang Kota Tanjungkarang
Keluarga Teruna-teruni Bali Cabang Kota Cirebon
Keluarga Teruna-teruni Bali Cabang Kota Solo
Keluarga Teruna-teruni Bali Cabang Kota Bogor
Keluarga Teruna-teruni Bali Cabang Kota Yogyakarta
dstnya... kikikik

Yang International
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Tokyo
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Kuala Lumpur
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Manila
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Kota Medinna
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Yerusalem
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Riyyadh
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Kairo
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Cave Ceneveral
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Darwin
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang London
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Paris
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Roma
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Moskwa
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Kabul
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Toronto
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Melburne
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Mexico City
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Texas
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang California
Sekehe Dedemenan Putra-putri Bali Cabang Rio De Jenairo
Lanjutin aja endiri...

kikikik

k1mi
Gde Pornoyudho

 
At 1:14 AM, Anonymous Anonymous said...

"Fa-aina Tadzhabun" PKS?
Oleh Y. HERMAN IBRAHIM

Demokrasi dianggap sebagai sistem yang terbaik dibandingkan dengan berbagai sistem pemerintahan lain. Bahkan ada fatwa ulama besar yang merestui kelompok Islam masuk ke dalam sistem tersebut. Meski dengan embel-embel "darurat" masuknya Islam dalam sistem demokrasi seakan-akan membenarkan sistem itu di atas sistem Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Konsep musyawarah lantas dijadikan rujukan bahwa ajaran demokrasi tidak bertentangan dengan Islam. Padahal ada tokoh ulama yang menolak demokrasi, seperti Syaikh Abu Muhammad 'Ashim Al Maqdisiy, Muhammad Abu Nashr yang mensinyalir paling tidak ada 13 hal kesyirikan demokrasi.
Salah satu ciri kemusyrikan demokrasi adalah seakan-akan rakyat atau suara mayoritas mereka yang diwakili di parlemen memiliki hak untuk menentukan hukum dan perundang-undangan di luar aturan hidup dan hukum Allah yang ditetapkan dalam Al Quran dan As Sunnah.

Sangat penting untuk dikatakan bahwa keterlibatan Islam dalam partai politik harus tetap memperjuangkan tegaknya syariat. Itulah sebabnya banyak orang menaruh harapan besar tatkala kelompok tarbiyah (Ikhwanul Muslimin Indonesia) membentuk partai politik yang bernama Partai Keadilan. Harapan itu tidak mengada-ada karena obrolan pertama penulis dengan Nur Mahmudi, Presiden PK yang pertama, tampak sekali keinginan untuk menegakkan syariat Islam. Tema-tema kampanye PK-pun mengangkat isu athbiqussyariah dan keadilan dalam segala aspek kehidupan. Disertai dengan komitmen yang kuat dari para pendukungnya kita saksikan PK tampil di Pemilu 1999 dengan raihan suara yang cukup banyak walaupun tidak mencapai electoral threshold.

Pada Pemilu 2004, PK yang berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meraih 45 kursi di parlemen. Ini merupakan lonjakan yang sangat dahsyat karena pada Pemilu 1999 PK hanya mendapat tujuh kursi. Kemenangan PKS membangkitkan harapan bahwa gema tentang tegaknya syariat Islam melalui produk perundang-undangan akan semakin menggaung. Tatkala terjadi perebutan posisi ketua MPR, DPR, komisi-komisi dan lain-lain, PKS memperoleh posisi terhormat dengan terpilihnya Hidayat Nur Wahid sebagai ketua MPR. Beberapa menit setelah pelantikan, tiba-tiba harapan dan cita-cita yang sudah lama terobsesi tentang tegaknya syariat Islam menjadi buyar tatkala Hidayat Nur Wahid secara eksplisit mengatakan tidak ada niat untuk menjadikan syariat Islam sebagai dasar negara.
Tentu saja, penulis melakukan klarifikasi. Beberapa teman yang memiliki posisi penting di PKS pusat maupun daerah mengatakan bahwa apa yang dikatakan Hidayat Nur Wahid tidak bertentangan dengan misi partai. PKS tetap bercita-cita menegakkan syariat Islam dengan catatan partai ini harus meraih suara. Bagi PKS kemenangan pada pemilu dengan raihan suara terbanyak adalah persyaratan utama karena dalam sistem demokrasi sebuah kemenangan akan ditentukan oleh jumlah suara. Oleh karena itu pernyataan Hidayat wajar dan taktis karena bukankah PKS belum memperoleh kursi mayoritas di parlemen. Suatu hal yang prematur jika Hidayat mengeluarkan pernyataan tentang penegakan syariat Islam di saat partai ini tidak menjadi mayoritas. Namun beberapa kelompok Islam ideologis menilai PKS telah keluar dari janji dan tema-tema kampanyenya. Logika yang dibangun PKS tampaknya sangat rasional.
Demokrasi tanpa raihan suara terbanyak hanyalah sebuah kerja bakti. Dia tidak menentukan dan hanya menjadi kelompok pengekor dari sistem kekuasaan yang dibangun oleh partai mayoritas. Maka PKS harus menang pemilu terlebih dahulu, baru menjalankan cita-cita yang terkandung dalam AD/ART-nya. Inilah hal yang berbeda untuk tidak dikatakan bertentangan dengan kelompok Islam yang memilih berjuang di luar sistem. Tetapi logika demokrasi tampaknya akan tetap menjadi pilihan sebuah partai politik tidak terkecuali PKS.
Pertanyaannya adalah apakah benar PKS akan memenangkan pemilu 2009? Apakah dengan demikian PKS akan menjadi kekuatan Islam dominan penentu tegaknya syariat Islam? Apakah PKS akan berhasil meraih suara dari kalangan nasionalis yang saat ini berada dalam tubuh Golkar dan PDIP? Bukankah jika ingin menjadi pemenang pemilu haruslah menarik para pemilih yang selama ini berada di kelompok mayoritas? Dan apakah PKS akan menjadi partai mayoritas tunggal? Bukankah hanya partai mayoritas tunggal yang bisa menentukan arah negeri ini mau dibawa seperti halnya Golkar di era Orba?

Dalam pandangan penulis cita-cita PKS seperti itu hanyalah ilusi. Beberapa gejala menunjukkan bahwa PKS tidak pada posisi yang akan memenangkan Pemilu 2009 bahkan pemilu-pemilu selanjutnya, karena dalam beberapa segi PKS tidak menunjukkan karakter yang istimewa dibanding dengan partai-partai lainnya. Meskipun kader PKS relatif
lebih bersih, itu tidak cukup untuk menjadikan PKS sebagai leading party. PKS sadar benar bahwa kekuasaan uang menjadi faktor yang menentukan kemenangan dalam demokrasi sekuler. PKS juga tahu bahwa uang itu menumpuk di birokrasi pemerintahan, maka sebagaimana partai-partai lainnya PKS-pun terlibat secara intens dalam perebutan kekuasaan di pusat maupun di daerah. PKS melakukan tawar-menawar politik dengan penguasa dan seperti partai lainnya berupaya merebut jabatan gubernur, bupati dan walikota dalam setiap pilkada di seluruh Indonesia.

Pragmatisme PKS sangat tampak pada proses Pilpres. Konon beberapa kader PKS pada tingkat sekjen dan Dewan Syuro tanpa rasa sungkan dan risih menemui salah seorang calon presiden, dalam hal ini perlu tabayyun apakah mereka sengaja mendatangi atau diundang. Meski perlu pembuktian tetapi beberapa sumber menyebutkan telah terjadi
kesepakatan dukung mendukung dengan calon presiden tersebut, dan kesepakatan itu berarti sebuah transaksi yang bermuara di angka. Tentu kelihatannya hal itu seperti sesuatu yang wajar, tetapi untuk sebuah partai yang berbasiskan Islam transaksi semacam itu –dalam pandangan penulis- tidaklah pantas untuk dilakukan. Fakta selanjutnya
menunjukkan bahwa walaupun konon pula PKS telah menerima dana namun dukungannya ternyata dialihkan kepada calon presiden yang lain. Dengan cara ini PKS telah melakukan tindakan wanprestasi politik. Kepada seseorang karena di satu sisi dia memperoleh sejumlah dana, tapi di sisi lain tidak ingin kehilangan citranya untuk tetap
mendukung calon presiden dari kalangan Islam.

Pada pilpres putaran kedua PKS tidak melakukan langkah netral, kendati calon yang didukungnya kalah dalam pemilu. Tidak seperti halnya PPP dan PAN yang membebaskan pilihan kepada konstituennya, PKS melakukan kontrak politik dengan pasangan SBY-JK. Atas dukungannya itulah maka PKS memperoleh posisi di kabinet dengan tiga menteri, antara lain menteri pertanian, menteri Pemuda dan Olah raga dan menteri Perumahan Rakyat. Gejala ini menunjukkan bahwa PKS sebenarnya tidak berbeda dengan partai-partai lainnya.

Di dalam proses pilkada, PKS melakukan gerakan all out untuk memperoleh kekuasaan di daerah. Tekanannya kepada SBY untuk memenangkan Nurmahmudi di tingkat MA sangat tampak. Meski tuntutan tersebut memperoleh dukungan masyarakat, tetapi erangan elite PKS sangat berlebihan di media masa. Ambisi seorang bekas menteri untuk tetap berkuasa kendatipun di tingkat kota, tampak sekali dalam perjuangan PKS yang sekarang ini tengah memperjuangkan calon-calonnya untuk memenangkan pilkada di berbagai daerah. Yang mengherankan adalah sebagaimana halnya partai-partai lain, pragmatisme politik dipertontonkan oleh PKS secara telanjang. PKS bersedia berkoalisi dengan partai manapun meskipun secara ideologis sangat tidak kimiawi.

Hal ini ditunjukkan tatkala PKS mendukung calon bupati Cianjur dan bersedia berkoalisi dengan partai Demokrat. Yang mengherankan, sebagai partai Islam PKS tidak mendukung konsep Gerbang Marhamah yang dipandang sebagai upaya penegakan syariat Islam di kabupaten tersebut.

Fakta sejarah juga menampakkan bahwa apa yang diangan-angankan oleh PKS untuk memperjuangkan Islam lewat demokrasi dan parlemen adalah sebuah absurditas belaka. Demokrasi yang dibelakangnya bersembunyi ideologi neoliberal sebenarnya tidak akan pernah mengizinkan Islam untuk memenangkan pemilu di negeri mana pun. Pada Pemilu 1955 di Indonesia sebuah penyusupan ke dalam tubuh Masyumi telah membuat NU keluar dan Islam kalah oleh PNI. Di Aljazair, partai Islam FIS memenangkan pemilu dengan raihan suara 83%, tetapi dianulir oleh dan dikalahkan pada pemilu berikutnya atas pesanan Amerika. Partai Islam Rafah pimpinan Necmetin Erbakan di Turki yang memenangi pemilu, bahkan diintervensi langsung oleh CIA untuk dibatalkan dan kemudian dibubarkan. Tidak ada sejarahnya Islam menang dengan mengikuti proses demokrasi.

Koalisi, aliansi, kolaborasi atau apa pun namanya bentuk dari penggabungan Islam dengan non-Islam hasil akhirnya adalah kemenangan bagi pihak non-Islam. Tengok saja sejarah gentleman agreement di tubuh PPKI yang telah mensyahkan tujuh kata dalam Mukadimah UUD 45 bisa hapus begitu saja tatkala kelompok minoritas dari Indonesia Bagian Timur melakukan penolakan. Semua produk perundang-undangan yang dihasilkan oleh sebuah parlemen yang mayoritas beragama Islam pun bisa dipastikan tidak akan berwarna Islam karena alasan toleransi dan heterogenitas. Maka gejala PKS yang bersedia berkolaborasi dengan partai mana pun tanpa didasari ideologi Islam menunjukkan bahwa PKS telah menyimpang dari cita-cita awalnya. Maka pertanyaan sesuai dengan judul tulisan ini perlu diulang .... Mau ke mana PKS? Wallahu a'lam.

Penulis, pengamat politik, purnawirawan TNI AD

 
At 6:21 PM, Anonymous Anonymous said...

pendapat ttg RUU APP??? mang konsep n definisi pornografi nya agak kacau si. dan menurutku mungkin sampe kapan pun orang2 itu ga bakal bs nemuin definisi yg bs menjelaskan smuanya ttg apa yg dimaksud dgn pornografi.

ok, soal pro...aq maklum2 aja si, alasannya klise kan? aq yakin semua jg dah tau dan aq yakini itu memang sedang terjadi, the so-called degradasi moral. tp masalahnya itu juga krn kebebasan arus informasi yg qta terima. nha kalo berkaitan dengan informasi, apa sudah ada information governance? kalo sudah di govern pun, apa aja yg bisa di govern??? aq bukannya ga peduli dgn anti pornografi. cuman aq bingung harus lari kemana. tiap kali aq lari ke satu arah/pendapat, aq akan terbentur oleh pendapat lainnya. jadi, intinya...menurutku DPR bole2 aja bikin UU apa ajah, sing penting law enforcement e. trus kalopun seumpamanya pornografi mang ga bisa dibendung lg, at least bikin kayak di negara2 maju aja. jualan sex toys or porno mag itu dipusatkan ajah n smua orang yg beli harus nunjukin ID Card nya. jadi paling gak, qta bisa membatasi konsumen pornografi itu. trus kalo mo bikin lokalisasi WTS ato striptease, kalo dipusatin di satu tempat yg aga jauh, di luar kota gitu.tp kalo kayak begini, anak2 kecil pun sebenernya bs akses pix porno lewat internet kan??

kalo soal artis2 itu, aq yakin artis2 itu merasa terancam kalo RUU itu diberlakukan, soalnya kan kerjaan mereka mau ga mau mang selalu melibatkan aurat. blum lagi alasan, the so-called freedom of expression itu.jadi ya intinya, wong mereka ya rela2 aja mempertunjukkan auratnya, knp qta harus bingung??? hehe...abis aq pusing, gmn mo ngatur yg kayak beginian kalo indonesia bkn negara islam? kalo pemimpin2 ind2 sendiri masih bejat2 n ga bs nunjukin teladan yg baek???mbok ya ngurusin yg lebih krusial gitu. i dun mean 2 undervalue the issue of pornography, tp kayaknya pemerintah sebaiknya mikirin gmn caranya ngasi makanan n pendidikan ke 40 juta (ato mungkin lebih) rakyat miskin indonesia. soalnya menurutku makanan n pendidikan tuh penting bgt lho!!! paling ga bwt ngubah mindset nya orang2 indonesia. tp disini, sistem pendidikannya juga harus ada perubahan. kalo ga ya, percuma...

kadang2 aq pikir DPR tuh ngrilis kontroversi RUU APP ini cuma bwt men-distract qta2 dari masalah krusial yg sebenernya (contoh: kenaikan tarip dasar listrik, kenaikan tunjangan anggota DPR, dll).

even though im a bureaucrat now, i guess i dun believe DPR anymore...

 
At 12:50 AM, Anonymous Anonymous said...

Yang Pro Kok Cuma Muslim
--------------------------

Tidak benar,...Forum Lintas Agama pun juga mendukung adanya RUU APP.

Apakah RUU APP adalah isu mengesiskan agama tertentu ?, misal Islam ?,....

Tidak benar juga,...RUU APP adalah dibuat atas dasar desakan dari KOWANI (orga. wanita). Mereka ada yang berjilbab dan tidak berjilbab.
ada yang muslim, dan non muslim.

Yang lucu,.....apa alasan menolak demi kesatuan bangsa (NKRI).

Disinilah kelihatan sekali minoritas akan menjadi tirani.

Ini artinya,..jika RUU APP menjadi sah UU, akan keluar dari NKRI ?, begitukah ?

Bagaimana kalau dibalik, dan mengikuti logika tersebut diatas,...kelompok mayoritas kemudian mengancam jika RUU APP tidak disahkan, maka kami di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB dll akan keluiar dari Indonesia...,

Hai bli,...adakah yang mengatakan demikian ?, tidak ada kan ?, artinya siapa ynag mbikin bibit sparatisme ?

Jadi,..logika dan alasan bahwa menolak RUU APP demi keutuhan bangsa, maka sebuah teror yang anarkis.

 
At 8:33 AM, Anonymous Anonymous said...

Bagaimana kalau RUUAPP ini diterapkan untuk yang mendukung saja ya...???

 
At 8:30 PM, Anonymous Anonymous said...

lets Flash Back....
ketika dulu masyarakat indonesia masih memiliki rasa sungkan mempertotonkan pornografi di media2 masa dan elektronik, kemudian tiba2 timbulah istilah "kebebasan"
yang ada Negara ini makin bobrok, pemerkosaan dimana2 melibatkan berbagai usia.

RUU APP itu demi NEGARA, saudara-saudara, Indonesia tuh udah lupa sama sejati dirinya sebagai bagian dari negara Asia yang memegang teguh nilai Moral...
memang yang jadi masalah adalah diskripsi ttg Pornografi dan pornoaksi yang tertera di RUU-nya, jadi kenapa banyak orang pada bernafsu untuk menolak...(semakin nafsu semakin kelihatan bahwa dirinya pribadi dirugikan secara materi oleh RUU ini, padahal kita seharusnya memikirkan kepentingan Negara, bukan pribadi atau golongan) gue sama sekali Gak setuju sama Penolakan RUU ini. gue 100% setuju dengan Revisi RUU, dengan cara menghidupkan lagi sistem Demokrasi di negara ini. sehingga yang keluar adalah sebuah UU-APP yang disetujui oleh semua masyarakat yang peduli dengan Moral Bangsanya, peduli dengan Masa Depan Bangsanya...bukan semata2 masa depat perutnya sendiri!

 
At 1:16 AM, Anonymous Anonymous said...

Saya sangat menentang keras pernyataan salah satu petinggi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang menyatakan bahwa Pemerintah RI perlu memberikan tindakan tegas kepada gubernur dan rakyat Bali yang telah menolak pengesahan RUU Anti Pornografi dan Ponoaksi (RUU APP). Pernyataan petinggi MMI tersebut secara langsung maupun tidak langsung telah memprovokasi rakyat Bali untuk melawan pemerintah RI. Persoalan kontroversi RUU APP ini bukanlah persoalan disintegrasi bangsa. Oleh karena itu janganlah kita mengikuti opini sejumlah kalangan seperti MMI yang akan membawa kita ke dalam konflik berkepanjangan. Menurut hemat saya, masalah kontroversi RUU APP masih dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah untuk mufakat. Tidak perlu ada pengerahan dan provokasi massa. Bagi mereka yang mendukung RUU tersebut silakan memperjuangkan RUU tersebut dengan cara damai. Dan bagi mereka yang menolak RUU tersebut juga dipersilakan untuk menempuh segala cara damai untuk menggagalkan pengesahan RUU tersebut. Bagi mereka yang ingin berpakaian tertutup, ya silakan tetapi tidak perlu memaksa orang lain untuk mengikuti mereka. Saya mendukung mereka-mereka yang ingin melestarikan berbagai bentuk budaya bangsa kita termasuk budaya saudara-saudara kita di Bali dan Papua. Saya juga mendukung teman-teman yang ingin berpakaian sesuai dengan mode yang sedang berkembang saat ini. Marilah kita menghentikan pemaksaan paham atau pendapat terhadap orang lain.

 
At 9:59 AM, Anonymous Anonymous said...

kita bangsa yang enggak cerdas-cerdas, buktinya masalah RUU APP banyak yang menanggapi keluar dari konteks sebenarnya, misal pernyataan menjilbabkan Indonesia, saya tantang dan kalau benar ada kata-kata tersebut saya juga ikut menolak.
tapi khan ini tidak ada,.. kalau kita bangsa yang punya pikiran sendiri pasti kita akan memperdebatkan materinya bukan paradigmanya. paradigma bisa sangat menyesatkan ketika keluar dari pemahaman yang salah.
sekarang saya mau tanya sama yang menolak udah pernah baca materinya belum ? (pasti belum) kalau kita baca isinya sangat baik (bagi yang masih berpegang pada nilai-2 ketuhanan), ingin membatasi segala praktek explosure syahwat (birahi) yang kalau saudara-saudara pintar dan mempelajari bangsa mana yang bebas dan di bandingkan dengan degradasi moral yang terjadi pasti saudara-2 akan ikut menyetujui diadakan RUU APP terlepas jika ada perdebatan soal materi.
mari kita menjadi "BANGSA YANG CERDAS" bukan bangsa yang mau di exploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

salam
addinullah anshori

 
At 7:52 AM, Anonymous Anonymous said...

kl g di coba g bkl ada yg tau bkl gmn.....
kl emank g efektif baru dah komentar...

 
At 11:28 AM, Anonymous Anonymous said...

Cell Phones Arena Limited.
Mercy Desmond(sales Manager)
29,karimu computer village.
Ikeja,Lagos,Nigeria.
P.O.Box.29100
Email:x2cellphonesarena@gmail.com
Tele:+23418121013

We sell all Brand new latest phones at a very good prices,the phones come's with complete accessories (Manual and Charger)with 1 year international warranty.Here are some of our brand of phones we have in stock--------

Nokia 8800....$170
Nokia N70.....$150
Nokia N71.....$155
Nokia N72.....$160
Nokia N80.....$165
Nokia N91.....$170
Nokia N90.....$165
Nokia N92.....$190
Nokia N93.....$220
Nokia 1100....$55
Nokia 2100....$45
Nokia 2300....$60
Nokia 3100....$65
Nokia 3108....$60
Nokia 3200....$75
Nokia 3230....$85
Nokia 3300....$70
Nokia 3310....$30
Nokia 3315....$35
Nokia 3330....$60
Nokia 3350....$45
Nokia 3410....$45
Nokia 3510....$50
Nokia 3510i...$80
Nokia 3595....$45
Nokia 3610....$60
Nokia 3650....$130
Nokia 3660....$120
Nokia 5100....$80
Nokia 5140....$110
Nokia 5210....$70
Nokia 5510....$105
Nokia 5550....$70
Nokia 5170iR..$60
Nokia 6020....$110
Nokia 6670....$105
Nokia 6630....$130
Nokia 6100....$95
Nokia 6108....$100
Nokia 6220....$105
Nokia 6230....$110
Nokia 6260....$120
Nokia 6310....$90
Nokia 6310i...$100
Nokia 6500....$100
Nokia 6510....$60
Nokia 6600....$125
Nokia 6610....$100
Nokia 6630....$130
Nokia 6170....$120
Nokia 6650....$100
Nokia 6800....$105
Nokia 6820....$110
Nokia 7200....$140
Nokia 7230....$120
Nokia 7250....$120
Nokia 7250i...$130
Nokia 7260....$135
Nokia 7280....$155
Nokia 7600....$155
Nokia 7610....$150
Nokia 7650....$140
Nokia 8250....$100
Nokia 8310....$120
Nokia 8910 Titanium...$150
Nokia 8910 Black...$165
Nokia 8910i...$130
Nokia 8890....$125
Nokia 8850 Special Edition....$115
Nokia 8850 Gold Edition....$120
Nokia 8855.....$115
Nokia 9210 Communicator....$140
Nokia 9210i Communicator......$145
Nokia 9500 (communicator)...$165
Nokia 7210 Turquoise...$100
Sony Ericsson Z1010.....$150
Sony Ericsson Z200......$100
Sony Ericsson Z600......$140
Sony Ericsson S700......$145
Sony Ericsson K500i.....$150
Sony Ericsson K700i.....$155
Sony Ericsson P800......$155
Sony Ericsson P900......$160
Sony Ericsson P910i.....$160
Sony Ericsson w800......$165
Sony Ericsson w800i.....$170
Sony Ericsson w900......$180
Sony Ericsson w900i.....$190
Motorola MPX300....$140
Motorola MPX 200 ..$125
Motorola RAZOR V3..$120
Motorola V3X.......$130
Motorola V290......$80
Motorola V750......$125
Motorola V3688+....$20
Motorola V8088.....$30
Motorola V525......$139
Motorola V300......$130
Motorola V400......$125
Motorola V500......$130
Motorola V600......$140

SIDEKICK 2.....$140

Nextel i730...$85
Nextel i733...$95
Nextel i736...$115
Nextel i860...$125
Nextel i930...$130

Qtek phones
Qtek s200.....$200
Qtek 9000.....$120
Qtek 8310 ....$170
Qtek 8300.....$180
Qtek 9100.....$185
Qtek 8100.....$195
Qtek s110.....$190
Qtek s100.....$180
Qtek 9090.....$185
Qtek 8020.....$195
Qtek 8010.....$160
Qtek 2020i....$200
Qtek 2020.....$190
Qtek 8080.....$120
Qtek 8060.....$130
Qtek 1010.....$120
Qtek 7070.....$210
Samsung D500......$160
Samsung D600......$170
samsung E700......$140
SAMSUNG E715......$140
SAMSUNG E 800.....$150
O2 XDA Atom......$220
BenQ-Siemens P51.$220
BenQ P50.........$210
ETEN M600........$240
ETEN G500........$200

PDA's
HP IPaq Pocket PC H4150...$190
Asus MyPal A716.....$175
HP IPaq Pocket PC H4350.$185
Toshiba Pocket PC E405.$120
Sony Clie PEG-TH55....$155
Toshiba Pocket PC E800.$220
PalmOne Zire 72.......$120
PalmOne Tungsten E....$90
PalmOne Tungsten C....$140
PalmOne Zire 31.......$65
palm Treo 650.........$240

Vodafone 904t 3G flagship model is just.... $150
Vodafone 904SH.......$170
vodafone 905SH...... $180

IBM ThinkPad T42 2378-FZU PM 1.7GHz 40GB 512MB........$400
COMPAQ ARMADA LAPTOP SUPER FAST 600MHz WIRELESS NET NR............$400
HP OMNIBOOK XE3 LAPTOP NOTEBOOK COMPUTER CD ROM 650MHz..............$350
Fully Loaded Dell Inspiron E1505 Core Duo Laptop.......$300
NEW DELL INSPIRON XPS M140 1.73GHz CENTRINO WXGA LAPTOP......$500
Fujitsu Stylistic 3400 s Tablet PC Laptop Computer ...$250
HP Compaq nc8230 Pentium Centrino .....$300
Dell Inspiron E1505 6400 Laptop...........$350
Compaq laptop w/CDROM/FDD/AC-Loaded! Complet........$250
Averatec 4270EH1 Notebook PC Laptops...........$400
Fully Loaded Dell Inspiron E1505 Core Duo Laptop..........$250
IBM THINKPAD T23 LAPTOP 1.13 GHz 512MB 30GB DVD WIFI....$300
LOADED! Dell Pentium 4-M Wi-Fi Laptop Notebook NR........$400
DELL Inspiron 9200 laptop pentium4.........$550
Toshiba satellite Pro 490CDT laptop ........$450


HERE ARE THE PLASMA TV WE HAVE IN STOCK BELOW.........
Sony fwd-50px1 plasma TV - $3,200
Sony kde-50xs955 plasma TV -$2,600
Samsung hp-r4252 plasma TV - $1,899
Samsung hp-r5052 plasma TV $2,,899
Samsung hp-p5581 plasma TV - $6,799
Toshiba 42dpc85 plasma tv-$1,300
Bayo benson: Toshiba 42hpx95 plasma tv-$980:00
Toshiba 50hp95 plasma TV -$950:00
Toshiba 50hpx95 plasma tv-$1,200
NEC 42xm3 plasma TV -$1,600
NEC 42xr3 plasma TV -$1,300
NEC 50xm4 plasma TV -$1,350
NEC 50xr4 plasma TV -$1,100
NEC 61xm3 plasma TV -$1,300
NEC 61xr3plasma TV -$1,300
NEC 84vp4 plasma TV -$1,250
Pioneer pdp-424mv plasma TV -$1,800
Pioneer pdp-42a3hd plasma TV -$1,720
Pioneer pdp-434cmx plasma tv-$1,880
Pioneer pdp-43a5hd plasma tv-$1,800
Pioneer pdp-4360hd plasma TV -$1,700
Pioneer pdp-504cmx plasma tv-$1,800
Pioneer pdp-505cmx plasma TV -$1,670
Pioneer pdp-5060hd plasma tv-$1,890

AND MANY MORE OTHER PHONES AND LAPTOPS IN STOCK
For more information via us Email: x2cellphonesarena@gmail.com Tele:+23418121013

 
At 1:38 AM, Anonymous Anonymous said...

Really great blog very informative re t mobile customer services. In a simliar vain to t mobile customer services, I would definitely recommend http://www.bargainplace.co.uk for **mobile phones** or **cheap broadband**. Also you can get **cheap gas & electricity**, **gifts for your loved one** and **loan deals, free phone calls with talktalk, free broadband with Sky and bargain electrical equipment**

 
At 2:39 PM, Anonymous Anonymous said...

MESSAGE

 
At 2:39 PM, Anonymous Anonymous said...

very very bad mood cause of that

alyton nuori aasi naida
spermiedodande
seksi pozlar otos
portto incubus naken
imu touture movies
kaino lehmitytto rakas
homo anal otos
cunt ljubliana shemales
hemaiseva hestesex lesbisk
sperm undersex
korea nuori tupla penetraatio
naida huora bukkakejp
valtava isa
kylma lesbo naida
foto pizde
masturbating hemaiseva syopa
hardcore prostituerad tjej
homo boys otos
leike seksi turkler
kela facial bukkake




boo


Ciapatek Uszatek

 
At 11:24 PM, Anonymous Anonymous said...


sesso estremo modella
cazzo enorme foto gratis
filmini porno amatoriali



foto amatoriale femmina nuda
gangbang foto gratis
celebrita e modelle


porno erotica
filmato flash sexy
sesso estremo orgia



puta peludas jpg
sexo lesbiana rubias
foto amateur gals
movieclip latina teen
shakira desnuda cuadro
vids mamada pene
jpg eres tonta
mpg follar cunada
pene com mpg
gif mujeres sexys


tinurl


Trakitroki Tetajako

 

Post a Comment

<< Home