Friday, February 24, 2006

Terima Kasih!

Kepada kawan-kawan yang telah meluangkan waktu untuk memberikan comment pada blog ini kami ingin mengucapkan terimakasih yang dalam. Untuk rekan-rekan yang telah bersusah payah untuk memperluas cakupan blog ini, baik dengan menginformasikan kepada rekan-rekan yang lain dan/atau menambahkan link pada situs mereka, kami sampaikan rasa penghargaan yang mendalam. Keep up the wonderful works, guys!

Rekan-rekan yang baik, dukungan publik adalah hal vital untuk menghadang atau meloloskan sebuah produk legislasi. Untuk itu, kami mohon dukungan rekan-rekan untuk menyebar luaskan wacana penolakan ini. Selain itu, rekan-rekan yang tergabung dalam sebuah organisasi, tolong di-lobi organisasinya agar membuat pernyataan penolakan tertulis yang kemudian bisa dikirimkan ke Padepokan Sandhi Murthi, Jalan Tukad Citarum 99 X. Rencananya, surat penolakan
akan kami serahkan saat kunjungan Pansus RUU APP dari PDI Perjuangan awal Maret mendatang.

Makin banyak surat penolakan, termasuk dari individu-individu, akan makin keras pula gaung perjuangan kita. Terima kasih dan selamat berjuang!

Marlowe dan Jun

5 Comments:

At 6:54 AM, Anonymous Anonymous said...

Tolak RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, karena tidak bisa menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa. Karena di beberapa daerah di indonesia RUU ini tidak sesuai dengan adat suatu daerah. Hal ini juga bisa terpengaruh dengan Pakaian Nasional. Setiap daerah kan punya Pakaian adat masing2. dan RUU ini tidak mengakui keragaman di Indonesia.

RUU ini hanya untuk orang yg berpikiran Kotor, Porno. Mana mungkin dia bisa bilang itu Porno, kalau di OTAK nya tidak terlintas pikiran PORNO.....

 
At 8:06 PM, Blogger Agni Homa said...

Kami sangat mendukung delegasi Bali untuk menolak RUU APP dan menjunjung tinggi Konsep NKRI. Sikap dan pernyataan kami dapat anda lihat di situs http://www.agnihoma.com

 
At 8:33 AM, Anonymous Anonymous said...

...Saya hanya bisa mendukung dari jauh... di australia ketakutan akan
islamisasi juga muncul..

RUU APP ini hanyalah bentuk islamisasi dari sebagian orang yang selalu mesum melihat sesuatu yang bisa memancing gairah mereka

...satrya (perth)

 
At 4:07 AM, Blogger Kadek Sandiyasa said...

Rekan2 yang bener2 mau mendukung kami dalam penolakan RUU APP baik di dalam maupun di luar negeri jangan takut untuk menunjukan jati diri Tunjukan kesetiaan pada pulau bali yg tercinta ini.Jangan pernah ragu apalagi malu jadi orang Bali,Saya himbau pada rekan2 yang berada di luar Bali Maupun Luar negeri tanamkan Idealis kecintaan terhadap Bali pada anak2 dan generasi penerus kita. ajarkan mereka bahasa Bali,tinggalkan bahasa gaul ( Bahasa Mall)yg di pakai anak2 ABG yg sok gaul. Suksma,,

 
At 8:34 AM, Anonymous Anonymous said...

wakil-wakilku di dpr yang aku pilih untuk menyuarakan suara rakyatjangan memaksakan kehendak golongan tertentu untuk menerapkan undang tsb. kita harus menghargai kebhinekaan. katanya demokrasi, anda dipilih dan digaji karena kami. sekarang bela kami dongggg. jangan berpikir utk golongan tertentu saja. Jangan lanjutkan lagi membahas uu tsb. bukan berarti kami setuju dengan hal-hal yang berbau porno. jangan mendiskriditkan bahwa bali tempat maksiat dan pelecehan sexual, coba lakukan resert sebelum mengeluarkan statement. di bali terkenal keramahtamahan, kekeluargaan, dan nerima orang-orang luar yang mau mencari penghidupan di bali. mereka menikmati hidup secara damai. jangan usik kedamaian di bali dengan bom dan statement yang mendiskriditkan dengan hal-hal yang maksiat. terima kasih dari rakyat kecillllll

 

Post a Comment

<< Home